3 Fakta Pemilihan Bima Sakti sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Apa saja tiga fakta di balik penunjukan Bima Sakti sebagai pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018?

Diterbitkan 23 Oktober 2018, 12:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Penunjukkan Bima Sakti oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 mencetak sejarah. Pria dengan nama lengkap Bima Sakti Tukiman ini bakal menjadi pelatih Timnas Indonesia termuda di Piala AFF.

Bima Sakti akan mengawali kiprahnya di Piala AFF 2018 sebagai pelatih Timnas Indonesia pada usia 42 tahun 273 hari. Hal itu terjadi ketika memimpin laga perdana Timnas Indonesia melawan Singapura di Stadion Nasional pada 9 November 2018.

Dalam debut tersebut, Bima Sakti akan lebih muda hari 78 hari dari Nilmaizar yang menjadi pelatih Timnas Indonesia pada Piala AFF 2012. Ketika itu, Nilmaizar memulai debut sebagai pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF pada usia 42 tahun 351 hari.

Pelatih yang Pernah Bermain di Piala AFF

Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, memberikan instruksi saat latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Senin (10/9/2018). Latihan ini persiapan jelang laga uji coba melawan Mauritius. (Bola.com/Vitalis Trisna)

Bima Sakti akan menjadi orang Indonesia pertama yang pernah mencicipi Piala AFF sebagai pemain dan pelatih. Sebelum menukangi Timnas Indonesia di Piala AFF, Bima Sakti tercatat sudah tiga edisi mencicipi turnamen tersebut sebagai pemain yakni pada edisi 1996, 1998, 2000.

Dari ketiga edisi tersebut, Bima Sakti tercatat mengumpulkan dua gol. Semua gol tersebut dicetaknya pada edisi 1998 ketika Piala AFF masih bernama Piala Tiger.

Pelatih Lokal Keenam

Asisten pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, memberikan instruksi saat melawan Kamboja pada laga SEA Games di Stadion Shah Alam, Selangor, Kamis (24/8/2017). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bima Sakti akan menjadi pelatih Indonesia keenam yang menukangi Timnas di Piala AFF. Sebelumnya, Timnas Indonesia sudah lima kali dilatih pelatih lokal pada turnamen elite Asia Tenggara itu yakni Danurwindo (1996), Rusdy Bahalwan (1998), Nandar Iskandar (2000), Benny Dollo (2008), dan Nilmaizar (2012).

Dari kelima nama tersebut, Nandar Iskandar menjadi pelatih yang punya rapor biru karena mampu mengantarkan Timnas Indonesia menjadi finalis Piala AFF 2000. Adapun pelatih lokal terburuk adalah Nilmaizar karena hanya mampu membawa Timnas Indonesia sampai fase grup Piala AFF 2012.

Sumber: Bola.com

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Zulfirdaus Harahap, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan