Ide Bambang Pamungkas untuk Hentikan Kekerasan di Sepak Bola Indonesia

Bambang Pamungkas menuliskan pandangannya untuk mengakhiri kekerasan di dalam sepak bola Indonesia.

Diterbitkan 25 September 2018, 16:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Jadi jika suporter tidak ingin tim kesayangannya mendapatkan pengurangan poin, ya harus menjaga perilaku di dalam dan di sekitar stadion dengan sebaik mungkin. Dari sana kita harapkan akan timbul rasa khawatir sehingga kemudian menimbulkan introspeksi dan saling mengingatkan di antara mereka. Hukuman pengurangan poin akan menjadi hukuman yang teramat sangat berat bagi sebuah tim. Hukuman yang juga akan langsung dirasakan oleh suporter tim tersebut," lanjut Bambang Pamungkas.

Hilangkan Sepak Bola di Indonesia

Masih ada ide ekstrem dari seorang Bambang Pamungkas ketimbang pengurangan poin terhadap klub kesayangan para suporter. Hal ini diungkap oleh striker berusia 38 tahun itu jika ternyata hukuman pengurangan poin masih tidak bisa memberikan efek jera kepada para suporter untuk menjaga perilakunya.

Bambang Pamungkas pun menyebut solusi terbaik adalah tidak perlu ada sepak bola di Indonesia. Bahkan sebagai seorang pemain sepak bola profesional yang mengais rezeki dari sepak bola, Bambang Pamungkas mengajak semua berpikir untuk menghindari hal tersebut dengan mengubah perilaku.

"Jika hal tersebut sudah dilakukan dan ternyata kekerasan dalam dunia sepak bola masih saja terjadi, maka satu-satunya jalan keluar terbaik adalah menghilangkan sepak bola dari Republik ini. Karena ternyata kita memang belum cukup pantas untuk memainkan olahraga sakral ini, selesai masalah," tegas Bepe.

"Terus siapa yang menanggung hajat hidup ribuan orang yang terlibat adlam industri sepak bola jika sepak bola itu ditiadakan? Di sinilah sering kali logika kita terbalik dalam melihat sebuah masalah. Yang seharusnya kita pikirkan bukanlah 'siapa nantinya yang akan menanggung hajat mereka jika sepak bola ditiadakan?', tapi bagaimana caranya agar sepak bola tetap ada di Indonesia?."

"Jawabannya mudah, ya mari saling menjaga perilaku, saling menahan diri, dan saling menghargai agar pertandingan sepak bola tidak menjadi sebuah aktivitas yang meresahkan dan membahayakan masyarakat, sesederhana itu. Sekarang tinggal kita mau pilih yang mana?" tutup Bepe.

Kini, semua akan tergantung kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru untuk menentukan dan mengambil keputusan terkait hukuman seperti apa yang akan diberikan agar permasalahan terkini terkait suporter yang meregang nyawa dalam sepak bola Indonesia bisa benar-benar diakhiri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan