Deretan Fakta Menarik 16 Besar Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 sudah memasuki babak 16 besar.

OlehThomas
Diterbitkan 29 Juni 2018, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Fase grup Piala Dunia 2018 akhirnya rampung. Juara dan runner-up dari kedelapan grup kini akan bertarung di babak 16 besar yang dimulai Jumat (30/6/2018) malam WIB.

Kolombia dan Jepang menjadi tim terakhir yang memastikan tiket ke babak 16 besar. Keduanya lolos dramatis. Kolombia melaju usai menang 1-0 atas Senegal. 

Sedangkan Jepang melenggang dengan cara unik. Mereka memiliki poin, selisih gol dan produktivitas yang sama dengan Senegal. Penentuan tim yang lolos akhirnya dilakukan berdasarkan fair play.

Jepang lolos karena memperoleh kartu kuning lebih sedikit daripada Senegal.

Kejutan besar juga mewarnai fase grup Piala Dunia 2018, Jerman tersingkir dan hanya jadi juru kunci. Sedangkan Argentina nyaris gagal lolos.

Banyak fakta menarik jelang babak 16 besar Piala Dunia 2018. Apa saja? Simak di halaman berikutnya:

Fakta

- Untuk pertama kalinya sejak diadakannya babak 16 besar pada Piala Dunia 1986, tidak ada wakil Afrika yang tampil di perdelapanfinal.

- Jepang menjadi tim pertama yang lolos berkat peraturan Fair Play

- Sedangkan Senegal menjadi tim pertama korban peraturan Fair Play.

- Tak ada pemain Bayern Munchen yang mampu mencetak gol di Piala Dunia 2018 hingga fase grup berakhir

- Jepang merupakan satu-satunya wakil Asia di babak 16 besar

- Lionel Messi menjadi pemain pertama yang mencetak gol di Piala Dunia saat remaja, berusia dua puluhan dan di usia tiga puluhan

- Untuk pertama kalinya dalam 15 penampilan di Piala Dunia, Inggris gagal meraih clean sheet di putaran pertama

- Tunisia menjadi satu-satunya tim di Piala Dunia 2018 yang memainkan ke-23 pemain yang dibawa ke Rusia

- Sepanjang sejarah baru ada dua tim yang menurunkan semua pemainnya yang dibawa di Piala Dunia. Sebelumnya ada Belanda di tahun 2014.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Prediksi Kolombia vs RD Kongo: Mumpung Belum Bertemu Portugal

Thomas, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan