4 Pilar Hebat Manchester United yang Dijual di Era Van Gaal

Manchester United kehilangan empat pemain berkualitas di era Van Gaal.

Diterbitkan 05 Mei 2018, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Rafael da Silva

Ryan Giggs menyebut Rafael sebagai salah satu dari tiga pemain yang seharusnya tak dijual MU. Bek asal Brasil ini telah menghabiskan lebih dari tujuh tahun bersama klub, serta memenangkan tiga gelar Liga Inggris.

Nasib Rafael berubah setelah Van Gaal datang. Ia hanya dimainkan dalam 17 laga di musim 2014/2015. Demi menyelamatkan kariernya, ia pun memutuskan hengkang ke Olympique Lyon pada musim panas 2015.

Bersama Lyon, ia kembali menemukan kepercayaan dirinya. Jebolan akademi Fluminense itu jadi pilihan utama pelatih Bruno Genesio untuk posisi bek kanan. Belum genap tiga musim, ia sudah tampil dalam 96 pertandingan.

Kemampuan utamanya adalah driblling, passing, dan mendistribusikan bola kepada rekan-rekannya. Selama bertugas di MU, ia memainkan 169 laga. Sikapnya juga membuat Rafael jadi salah satu pemain favorit suporter MU.

 

2. Angel Di Maria

Di Maria adalah bukti blunder MU dalam melakukan transfer pemain. Awalnya, ia didatangkan MU dari Real Madrid pada musim panas 2014 dengan biaya 75 juta euro. Namun, pada musim panas 2015, mereka malah melepasnya ke Paris Saint-Germain dengan mahar 63 juta euro.

Banyak kalangan yang bertanya-tanya apa alasan MU menjual Di Maria. Terlebih, saat baru tiba, pemain asal Argentina itu langsung meneken kontrak lima tahun. Servisnya cukup bagus dengan mengemas 12 assist dan empat gol.

Padahal, saat itu Di Maria harus berjuang dengan keputusan Van Gaal yang tak memainkan dirinya di posisi aslinya. Itu mengapa Di Maria sempat jadi bahan olok-olok suporter. Tapi, semuanya berbeda setelah ia jadi milik PSG.

Selama hampir tiga musim, pemain berusia 30 tahun itu telah tampil dalam 132 laga. Ia juga menyumbang 50 gol dan 55 assist, sebuah angka yang menakjubkan mengingat ia adalah penyerang sayap.

 

1. Wilfried Zaha

Zaha sempat jadi buah bibir karena kesuksesannya meneken kontrak dengan MU pada musim panas 2013 dengan biaya 11,8 juta euro. Saat itu Zaha memang disebut-sebut sebagai gelandang dengan masa depan menawan.

Penampilannya pada musim 2011/2012 dan 2012/2013 saat Crystal Palace masih berkiprah di Divisi Championship benar-benar mengagumkan. MU pun disebut beruntung karena bisa mendapatkan talenta hebat seperti Zaha.

Sayang, kesempatan tak kunjung didapat gelandang berusia 25 tahuh itu bersama MU. Hanya empat kali ia dimainkan bersama tim utama. Tiga laga lain didapat bersama tim MU U-23. Pada akhirnya, MU meminjamkannya ke Cardiff City hingga kembali menjualnya ke Palace pada musim panas 2014.

Bersama Palace, ia kembali menemukan sentuhannya. Bahkan, penampilannya di musim ini benar-benar mengesankan di mana ia menyumbang delapan gol dan lima assist.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan