Juventus Vs Real Madrid: Kutukan Buffon dan Sihir Ronaldo

Cristiano Ronaldo tampil memukau saat Real Madrid mengalahkan Juventus 3-0.

Diterbitkan 04 April 2018, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kekalahan 0-3 di leg pertama membuat perjalanan Juventus menuju ke babak berikutnya bertambah berat. Ini artinya, peluang Buffon untuk mengangkat trofi si kuping besar semakin tipis. Bahkan, bukan mustahil gelar itu tidak akan pernah ada dalam lemarinya.

Untuk lolos ke semifinal, Juventus minimal harus menang dengan selisih 4 gol. Tentu ini bukan hasil yang mudah mengingat leg kedua bakal digelar di Santiago Bernabeu. Markas Los Blancos tersebut dikenal sangat angker bagi tim-tim yang bertandang ke sana.

Kutukan Buffon

Sehari sebelum pertandingan, Buffon sebenarnya optimistis mampu memenangkan Liga Champions. Kepada Marca, dia bahkan bermimpi mewujudkannya pada musim terakhirnya sebagai pesepak bola profesional. Namun, kekalahan ini membuat peluangnya menipis. 

Buffon sendiri sudah tiga kali memiliki kesempatan emas memenangkan Liga Champions. Pertama, saat Juventus berhasil melangkah ke final Liga Champions 2003. Namun, saat itu, Si Nyonya Tua kalah dari AC Milan lewat drama adu penalti. 

Setelah 12 tahun, Buffon kembali berkesempatan melengkapi kepingan trofinya. Namun, ambisinya dikubur Lionel Messi dan kolega setelah Juventus kalah 1-3 dari Barcelona di final.

Musim lalu, Juventus lagi-lagi meraih tiket ke final. Namun, Buffon dan kawan-kawan tak berdaya menghadapi Real Madrid di final. Klub berjuluk Si Nyonya Tua itu kalah 1-4.

Melihat usia yang sudah menginjak 40 tahun, Buffon telah memasuki masa pensiun. Karena itu, meski pameo bola itu bundar tetap berlaku, Buffon harus mempersiapkan diri menghadapi kegagalan mengangkat gelar Liga Champions. Walau terasa kurang lengkap, setidaknya Buffon tetap bisa berbangga dengan 10 gelar scudetto Serie A, 4 gelar Coppa Italia, 6 Super Copa Italia, 1 UEFA Cup, dan 1 gelar Piala Dunia bersama timnas Italia. 

 

 

Sihir Ronaldo

Sementara itu, lewat kemenangan melawan Juventus, Ronaldo semakin menegaskan ketajamannya di Liga Champions. Mantan pemain Manchester United (MU) itu selalu mencetak gol dalam 10 laga terakhir kompetisi elite antarklub Eropa tersebut. Sembilan gol ditorehkannya pada musim ini, dan 1 lainnya di final musim lalu. 

Ronaldo juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Champions dengan 119 gol atau 19 gol lebih banyak dari koleksi rival asal Barcelona, Lionel Messi. 

Penampilan Ronaldo di Juventus Stadium tidak hanya memukau pendukung Real Madrid. Pendukung tuan rumah atau akrab disebut Juventini juga ikut terhibur lewat aksi Ronaldo. 

Saat gol salto Ronaldo tercipta, mereka ikut berdiri dan memberikan tepuk tangan kepada CR7. Bukan ingin mengkhianati klub kesayangannya, melainkan tepuk tangan yang diberikan para pendukung Juventus lebih kepada rasa kagum melihat gol spektakuler Ronaldo. 

Ronaldo membalas penghormatan itu dengan merapatkan tangannya di depan dada sebagai ucapan terima kasih sembari mengacungkan jari jempol. CR7 ternyata sangat tersentuh. 

"Saya ingin berterima kasih kepada semua fans Juventus karena mereka melakukan sesuatu yang fantastis, tidak pernah terjadi pada saya selama karier saya," katanya usai laga.

Eurosport melansir, Ronaldo melakukan tendangan salto untuk menjangkau bola setinggi 2,3 meter. Gol fantastis ini kini ramai jadi perbincangan dan disandingkan dengan gol-gol indah lainnya yang pernah tercipta di Liga Champions, termasuk milik Zinedine Zidane 2002 lalu. 

Saat bertemu Bayern Leverkusen di babak final, Zidane juga mencetak gol salto ke gawang lawan. Menurut Ronaldo, "Ini hal yang bagus bagi olahraga. Itu merupakan gol spektakuler dan saya angkat topi untuk dia (Cristiano Ronaldo)," kata Zidane soal gol Ronaldo.  

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan