MotoGP Argentina dan Genderang Perang Rossi Vs Marquez

MotoGP Argentina 2015 jadi awal perseteruan keduanya.

Diterbitkan 30 Maret 2018, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Apa yang terjadi ini memalukan karena kami punya balapan yang bagus. Ini menarik karena pilihan ban kami berbeda dari Valentino. Strategi ini berjalan dengan baik. Tapi sayang sekali soal dua lap terakhir. Ketika saya melihatnya mulai mendekat, saya mencoba untuk sedikit mengelola ban," kata Marquez usai balapan saat itu, dikutip situs MotoGP.

"Ketika ia melewati saya, kami berjuang di beberapa tikungan. Sayangnya saya menyentuh dan terjatuh. Saya selalu mengatakan bahwa ia adalah idola dan referensi saya. Jadi Anda selalu belajar banyak hal darinya," Marquez melanjutkan.

Insiden di Sepang

Dalam komentar itu, tak ada sedikitpun nada marah dari Marquez. Namun, faktanya hubungan Marquez dan Rossi di lintasan kian buruk sejak itu. Duel selanjutnya terjadi pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, 27 Juni 2015.

Kali ini, duel keduanya terjadi hingga tikungan terakhir. Rossi menjadi pemenang karena ia terpaksa memotong jalan dengan melewati jalur pasir untuk finis terdepan. Namun, keputusan itu juga diambil Rossi karena manuver Marquez di tikungan terlalu berbahaya.

Tak seperti di Argentina, komentar yang bernada menyindir pun keluar dari mulut masing-masing usai balapan. Kedua pihak saling menyalahkan dan menganggap dirinya benar.

Pada akhirnya, Direktur Balap MotoGP, Mike Webb memutuskan bahwa Rossi tak melakukan kesalahan dalam insiden tersebut dan sah dianggap pemenang.

Puncak dari rivalitas keduanya terjadi pada MotoGP Malaysia, 25 Oktober 2015. Dimulai dari duel sengit pada balapan di Australia, berlanjut dalam sesi konferensi pers jelang balapan, dan diakhiri dengan insiden 'tendangan' Rossi yang membuat Marquez gagal finis.

Tak seperti dua insiden sebelumnya, kali ini Rossi harus mendapat ganjaran. Pembalap berusia 39 tahun itu dihukum start dari posisi terakhir pada balapan pamungkas MotoGP Valencia 2015. Meski sukses finis keempat, Rossi akhirnya gagal jadi juara dunia karena terpaut lima poin dari Jorge Lorenzo.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan