3 Klub Ini Harus Kerja Keras untuk Sukses di Liga 1 2018

Siapa saja tiga klub yang punya potensi menghuni papan bawah Liga 1 2018?

Diterbitkan 23 Maret 2018, 17:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Perseru bersaing ketat hingga akhir dengan Semen Padang. Beruntung, klub berjulukan Cenderawasih Jingga ini selamat setelah di laga pamungkas Liga 1 2017 mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-0. Mereka finis di peringkat ke-15 atau satu setrip di atas zona degradasi.

Pemain Perseru rehat pada sela-sela pemusatan latihan di Malang. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Musim ini, tampaknya Perseru masih akan kesulitan bersaing melawan klub-klub mapan yang secara tradisi jadi penghuni papan atas. 

Pada musim 2018 ini, Perseru jauh dari gembar-gembor perekrutan pemain bintang. Untuk pemain asing, Perseru sudah menuntaskan empat perekrutan. Dua di antaranya merupakan pemain impor musim lalu, yakni Boman Aime dan Silvio Escobar.

Sementara dua pemain asing baru, ada Yamasihita Kunihiro, eks Borneo FC, serta Djamel Leeflang yang berposisi sebagai striker.

Perseru juga dilatih pelatih "baru", yakni I Putu Gede. Perubahan itu hanya dua pekan sebelum kick-off Liga 1 2018. Putu Gede dikabarkan akan berduet dengan pelatih kepala sebelumnya, Alexander Saununu.

PSIS

PSIS Semarang merupakan satu di antara tim promosi di Liga 1 2018. Dibandingkan dua tim promosi lain, yakni Persebaya Surabaya dan PSMS Medan, PSIS tampaknya harus rela tidak jadi unggulan.

Melihat kolektivitas tim maupun kedalaman skuat, PSIS dinilai belum cukup mumpuni untuk bertarung sepanjang musim di kasta tertinggi. 

PSIS Semarang memperkenalkan skuat 2018 di halaman Masjid Agung Semarang, Sabtu (17/3/2018). (Bola.com/Ronald Seger)

Meski pernah memiliki rekam jejak gemilang di kompetisi kasta tertinggi, PSIS pada musim ini diprediksi kesulitan menghadapi persaingan yang ada. 

Bahkan hingga Liga 1 2018 ditabuh, PSIS belum memiliki pelatih kepala setelah mendepak Subangkit dari kursi panas. Hasil pramusim yang kurang menjanjikan disinyalir jadi satu di antara alasan Subangkit dicopot.

Tiga dari empat pemain asing yang direkrut, yakni Petar Planic, Akhlidin Israilov, dan Bruno Silva juga masih asing dengan atmosfer sepak bola Indonesia sehingga butuh waktu untuk beradaptasi.

Praktis, hanya Ibrahim Conteh yang notabene sudah paham atmosfer sepak bola kasta tertinggi Indonesia. Sementara untuk pemain lokal, hampir tak ada pemain berlabel bintang di PSIS. Mayoritas juga tidak banyak memiliki jam terbang di kompetisi kasta tertinggi.

Persela

Persela Lamongan selama ini lebih dikenal sebagai tim golongan semenjana. Jarang berada di papan atas, tetapi juga tak terdegradasi. Namun, posisi musim lalu cukup mendebarkan.

Persela finis tepat di atas Perseru Serui, atau di peringkat ke-14. Di Liga 1 2018, klub berjulukan Laskar Joko Tingkir ini juga diprediksi harus berjuang keras lepas dari tekanan klub peserta lain.

Skuat Persela Lamongan. (Bola.com/Aditya Wany)

Musim ini Persela skuat Persela didominasi pemain baru serta berusia muda. Mental bertanding di level tertinggi juga belum sepenuhnya teruji. 

Untuk deretan pemain asing, Persela bakal mengandalkan pengalaman Shohei Matsunaga, yang sudah menyelami sepak bola Liga Indonesia. Mantan pemain Persib Bandung itu diharapkan mampu membantu adaptasi tiga pemain impor lainnya, yakni Wallace Costa, Diego Assis, dan Loris Arnaud.

Sisi positifnya, Persela punya Aji Santoso yang dikenal bertangin dingin dalam menangani tim. Apalagi, Aji sudah menangani Laskar Joko Tingkir sejak musim lalu sehingga ia dinilai lebih siap di Liga 1 2018.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aning Jati, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan