KOLOM: Barcelona Bukan Rumahmu, Deulofeu!

Deulofeu kembali tersingkir dari skuat utama Barcelona, bagaimana nasibnya?

Diterbitkan 12 Januari 2018, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - There's no place like home. Benar sekali... Kiranya rumah adalah satu-satunya tempat terindah dan ternyaman di dunia. Rumah adalah tempat cinta bersemayam di setiap sudutnya sehingga kita bisa menemukannya kapan saja dan nyaman berada di sana.

Rumah adalah tempat yang selalu diinginkan siapa pun untuk bisa kembali. Dia tempat pulang yang sesungguhnya. Tempat di mana kita merasa terlindungi dan akan selalu diterima. Tempat di mana cinta akan merangkul erat saat kita tiba dari sebuah perjalanan dan petualangan.

Tak heran bila Gerard Deulofeu begitu antusias saat tawaran dari Barcelona menghampirinya akhir musim lalu. Itu karena, baginya, Barcelona adalah rumahnya. Di La Masia, dia menimba ilmu sepak bola sejak umurnya 9 tahun. Adapun Everton dan AC Milan hanyalah persinggahan sementara untuk menanti saat-saat pulang.

Demi pulang kampung ke klub yang dicintainya sejak kecil, Deulofeu menafikan performanya yang tengah moncer di Milan. Dia dipenuhi optimisme bahwa kariernya hanya akan lebih baik bila pulang ke Camp Nou. Apalagi entrenador Ernesto Valverde sempat mengatakan ingin menjadikannya andalan di tim utama.

Gara-gara Valverde, Deulofeu melupakan kariernya yang tengah menanjak berkat kesempatan bermain yang melimpah di AC Milan. Dia lebih memilih sebuah ketidakpastian karena jaminan Valverde. Padahal, kenyataannya, jaminan main di Barcelona itu hanya semu belaka. Itu tak ubahnya sebuah janji politikus semata. Janji yang hanya manis di bibir, bualan saja.

Gerard Deulofeu  (kanan) masih belum berjodoh dengan Barcelona (AFP/Lluis Gene)

Sangat jelas, pemain yang dibeli kembali Blaugrana dari Everton dengan dana 12 juta euro itu sempat bertemu Valverde sebelum memberikan anggukan tanda setuju. Dalam pertemuan itu, dia ingin sebuah kepastian berada dalam rencana sang entrenador anyar.

Awalnya, Barcelona memang seperti betul-betul menghendaki Deulofeu. Dia diberi lumayan banyak kesempatan bermain. Namun, itu tak terlepas dari kepergian Neymar ke Paris Saint-Germain dan cedera yang membekap penggantinya nan mahal, Ousmane Dembele. Setelah itu, Deulofeu mulai tersisih.

 

 

 

Direnggut Pemburu Mimpi

Pemain Barcelona, Gerard Deulofeu melihat ke arah kamera TV setelah mencetak gol ke gawang Real Murcia pada leg pertama 32 besar Piala Raja di stadion Nuevo Condomina, Rabu (25/10). Blaugrana mampu menggilas tuan rumah 3-0. (AP/Ferran Viros)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kini, hanya enam bulan setelah kembali, rasa bahagia kembali ke rumah telah terenggut dari Deulofeu. Saat ini, kebahagiaan itu jadi milik para pemburu mimpi, mereka yang datang ke Camp Nou dengan harga selangit dan sempat memaksa pergi. Para pemburu mimpi itu adalah Dembele dan Philippe Coutinho. Saat tiba di Camp Nou, mereka sama-sama mengatakan bahwa mereka telah mewujudkan impian masa kecil. Baik Dembele maupun Coutinho sama-sama mengidolakan Blaugrana sejak masih kanak-kanak. Kepastian pembelian Coutinho dari Liverpool pada Januari ini adalah vonis pahit bagi Deulofeu. Kedatangan bintang asal Brasil itu secara otomatis menutup pintu bagi dia untuk berada di line up Blaugrana. Apalagi, pada saat bersamaan, Dembele kembali berlatih setelah lama absen karena cedera. Ketika Dembele dan Coutinho fit, sangat jelas Valverde akan memainkan keduanya. Mana mungkin dia mencadangkan pemain berharga ratusan juta euro? Lagi pula, harga tak pernah bohong. Ada harga, ada kualitas. Pemain berharga ratusan juta euro tentulah protagonista. Dibanding keduanya, Deulofeu jelas bukan siapa-siapa. Harganya yang belasan juta euro hanya sekitar sepersepuluh dari harga Dembele dan Coutinho. Dengan posisi yang sama, sudah jelas di mana tempat Deulofeu berada. Belakangan, Valverde sudah mulai mengusir si anak hilang secara halus. Awalnya, dia beberapa kali tak memasukkan sang pemain di skuat Blaugrana. Lalu, dia menuntut Deulofeu berjuang lebih keras untuk mendapatkan tempatnya. Itu alasan klasik untuk mengusir seorang pemain yang tak lagi dikehendaki. Skenario seperti ini sebetulnya sudah membayang saat Deulofeu memutuskan kembali ke Camp Nou. Saat itu pun, Blaugrana tengah serius memburu Dembele dan Coutinho. Namun, karena buaian there's no place like home, mata sang pemain buta. Padahal, Camp Nou ternyata bukanlah home of Deulofeu.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • kolom bola
  • Gerard Deulofeu