Sukses

Ini Kata Pelatih Sriwijaya FC Terkait Herman Dzumafo

Liputan6.com, Palembang - Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, menepis kekhawatiran terkait kinerja Herman Dzumafo. Dia yakin Dzumafo bakal memberi kontribusi positif bagi Laskar Wong Kito.

Semula kedatangan Dzumafo dianggap sebagai blunder Sriwijaya FC. Pemain berpostur besar itu dinilai terlalu tua dan tidak akan memberi pengaruh positif.

Namun, RD menampik jika mantan bomber Persib Bandung itu dianggap sebuah kesalahan. Dia mengaku sudah mengikuti perkembangan Dzumafo sejak bermain di babak delapan besar Liga 2.

"Ya kita memang sudah pantau dia (Dzumafo). Saya kirim asisten untuk melihat permainannya," ujar RD usai sesi latihan, Senin (18/12/2017).

Lebih lanjut dia mengatakan, perekrutan pemain kelahiran Doulan, Kamerun 24 Februari 1980 lalu itu sesuai kebutuhan tim. Sebab, para penghuni lini depan Sriwijaya FC, yakni Beto Goncalves, Esteban Viscara, Manuchecr Jalilov, Airalangga Sucipta, dan Rizky Dwi Ramadhana, memiliki gaya permainan hampir sama.

"Saat ini komposisi lini depan tim tipikalnya sama. Jadi kita memang membutuhkan striker murni seperti Dzumafo. Dia bisa menjadi target di depan untuk membuat peluang bagi pemain lain mencetak gol," tukasnya.

1 dari 2 halaman

Siap Berkontribusi

Herman Dzumafo bersama PSPS Riau di Liga 2. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Di lain pihak, Dzumafo menegaskan dirinya siap bersaing di lini depan. Dia sadar usianya tidak lagi ideal untuk merumput 90 menit. Namun, dirinya siap tampil jika diberi kepercayaan.

"Saya memaklumi hal itu. Tapi bagi saya usia adalah angka saja. Saya akan berusaha keras bermain sebaik mungkin untuk tidak membuat kecewa," katanya.

Dzumafo menilai, kontribusi pemain bagi seorang tim tidak hanya datang dari kecepatan saja. Namun juga bagaimana dirinya menjalankan peran untuk membantu tim meraih kemenangan.

"Sebelumnya ada tiga tim Liga 1 yang berminat. Saya memilih Sriwijaya FC karena pelatih menginginkan main di sini. Memang saya tidak secepat dulu. Tapi bermain itu memakai otak, jadi kita harus memanfaatkan kepintaran di lapangan," pungkasnya. (Indra Pratesta)