Eks Atlet Nasional Ramaikan Mabar Djaruminton XIV

Mabar Djaruminton XIV di Tegal jadi acara berkumpulnya penggemar badminton tanah air.

Diterbitkan 01 Desember 2017, 23:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tegal - Selang sehari digelarnya Djarum Coaching Clinic di Tegal, PB Djarum langsung menggelar acara maen bareng (Mabar) dengan komunitas pecinta bulutangkis. Masih di lokasi yang sama, GOR Wisanggeni Tegal, Sabtu (25/11), puluhan peserta berpartisipasi dalam kegiatan yang juga dikenal sebagai Mabar Djaruminton. 

Demi kecintaannya terhadap bulutangkis, para anggota forum berdatangan dari berbagai kota dengan biaya swadaya masing-masing. Forum Mabar menjadi ajang silaturahmi para pesertanya yang selama ini lebih banyak berinteraksi di dunia maya. Mereka datang dari dari sejumlah kota seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Batang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan tuan rumah Tegal. 

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menjelaskan kegiatan Mabar di Tegal menjadi titik temu antara para pecinta bulutangkis dengan para legenda bulutangkis PB Djarum.

"Dengan Mabar ini kita juga ingin untuk menggelorakan semangat bulutangkis kepada masyarakat luas, khususnya di Tegal. Mudah-mudahan berdampak positif menumbuhkan kecintaan terhadap bulutangkis khususnya oleh anak-anak muda," tutur Yoppy dalam rilis yang diterima wartawan. 

Antusiasme peserta Mabar XIV Tegal ini terlihat sejak pendaftaran di forum. Hanya dalam waktu tiga hari, kuota peserta sudah langsung penuh. Penyelenggaraan Mabar XII di kota Tegal bukan tanpa alasan. Kota Tegal berada jalur pantura pulau Jawa ini memudahkan bagi anggota forum yang berada dari Barat dan Timur pulau.

Dibagi 4 Grup

Para peserta Mabar dibagi dalam empat grup berdasarkan kelompok umur. Grup Bitingan Lama menjadi kelompok paling senior. Di grup ini berkumpul peserta lebih dari umur 45 tahun. Grup Kaliputu memainkan kelompok umur 39-45 tahun.

Di grup Petamburan tempat berkumpulnya peserta yang memiliki umur dengan rentang 30-38. Sementara grup Jati merupakan kelompok pemain muda yang memiliki umur di bawah 38 tahun. Peserta termuda di grup Jati, berusia 14 tahun.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Ini tantangan tersendiri bagi saya sebagai peserta putri. Walaupun kami sebagai ganda campuran harus bertanding dengan pasangan ganda putra, tapi saya tetap semangat. Mudah-mudah di Mabar yang akan datang banyak peserta putri yang hadir," ucap peserta bernama Dwita. Mahasiswi jurusan administrasi bisnis STIAMI Jakarta ini, akhirnya mampu menembus babak final dikelompoknya. Setiap kelompok umur diikuti oleh 32 peserta. Para peserta tersebut kemudian diundi untuk mendapatkan pasangan. Sistem pengundian pasangan ini agar semua peserta berbaur dan saling mengenal. Pertandinganpun semakin menarik karena dengan sistem undian pasangan maka kekuatan masing-masing pasangan menjadi sulit diterka. Peserta wanita tidak dibedakan dalam Mabar ini. Acara Mabar ini semakin lengkap dengan diselingi acara coaching clinic dari para legenda bulutangkis Indonesia dan pelatih PB Djarum. Nama-nama yang hadir adalah Christian Hadinata, Lius Pongoh, Sigit Budiarto, Puri Setyo Prihngudiarto, Rendra Wijaya, Simbarsono, Ronald Sanduan Sipasulta, Simon Santoso, Meiliana Jauhari dan Reny Ardhianingrum. Para legenda dan pelatih PB Djarum ini membagi pengalaman dan teknik bermain bulutangkis kepada para peserta. Sedangkan Reny Ardhianingrum sebagai pelatih fisik, mengajarkan cara peregangan dan pemanasan yang benar sebelum bertanding.

Halaman
Show All
Windi Wicaksono, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan