Penunjukan Gennaro Gattuso, Perjudian AC Milan

Sebagai pemain, Gattuso sempat menoreh sukses besar bersama AC Milan.

Diterbitkan 28 November 2017, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sebelum melatih Pisa, Gattuso sebenarnya sempat menangani tiga klub: FC Sion (Swiss), OFI Crete (Yunani), dan klub Serie B, US Palermo. Namun, prestasinya juga jauh dari harapan.

Kinerja AC Milan diharapkan membaik bersama Gennaro Gaattuso. (AP/Antonio Calanni)

Di Sion, tahun 2013, yang merupakan debutnya sebagai pelatih, Gattuso hanya mampu bertahan selama tiga bulan. Dia dipecat usai tim asuhannya menderita kekalahan 0-5 dari FC St. Gallen.

Di Palermo, Gattuso bahkan hanya bertahan enam pertandingan. Setelah hanya mampu mengantarkan dua kemenangan, tiga kali kalah, dan sekali imbang, Gattuso langsung dilengserkan presiden klub, Maurizio Zamparini.

Sementara di OFI Crete, musim 2014/15, justru Gattuso yang memillih mundur, dengan alasan masalah keuangan. Namun begitu, performa OFI Crete selama enam bulan di bawah asuhan Gattuso toh tak bisa dibilang bagus. Dari 18 pertandingan, mereka hanya mencetak lima kemenangan. Sisanya, tiga kali imbang dan sembilan kali kalah.

Fakta-fakta inilah yang membuat banyak orang menyebut, penunjukan Gattuso tak ubahnya perjudian bagi AC Milan.

Bisa Dimaklumi

Namun begitu, di sisi lain, keputusan AC Milan menunjuk Gattuso rasanya bisa dimaklumi. Sebab, mencari pelatih baru di tengah musim berjalan tentu saja tidak mudah.

Banyak pelatih enggan disodori kontrak saat musim berjalan. Pasalnya, mereka merasa tim yang sudah ada bukan pemain-pemain pilihan mereka.

Gennaro Gattuso saat masih membela AC Milan sebagai pemain. (AFP/Frank Fife)

Di sisi lain, Gattuso sudah "berstatus" pelatih AC Milan, walaupun untuk kategori junior alias Primavera. Ini tentu memudahkan manajemen klub terkait admistrasi.

Gattuso juga dianggap memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan AC Milan. Kehadiran juga dipastikan akan sangat dihormati oleh pemain karena pernah jadi bintang Milan.

Jam terbangnya yang begitu tinggi bersama I Rossoneri sebagai pemain, diharapkan bisa berguna. Dia pun diharapkan bisa memberikan motivasi khusus kepada pemain AC Milan yang sedang jatuh mentalnya.

Lagipula, meski belum mampu mendulang prestasi selama jadi pelatih, pengalaman Gattuso dianggap sudah cukup mendampingi Milan hingga akhir musim.

 

Tetap Didukung

Tak heran, Gattuso pun cukup mendapat dukungan dari intern AC Milan. “Dalam beberapa kasus, karisma dan personalitas bisa membawa banyak pengaruh, dan dalam kasus ini personalitasnya akan banyak membantu,” ujar Massimo Ambrosini, yang pernah bahu-membahu sebagai pemain AC Milan bersama Gattuso di era tahun 2000-an.

Pengalaman Gennaro Gattuso sebagai pemain dipercaya berguna untuk memotivasi mental pemain AC Milan yang tengah terpuruk. (AP/Antonio Calanni)

Yang jelas, duel AC Milan lawan klub promosi, Benevento, di pekan ke-15 Serie A, Minggu (3/11) akan jadi jadi ujian pertama Gattuso. Jika menang, itu akan modal berharga pria brewokan ini.

Namun, jika kalah, Gattuso harus bersiap-siap menghadapi nasib seperti Montella. Nah, bagaimana Gattuso?

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Marco Tampubolon, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Serie A Italia dengan raihan 18 trofi
    AC Milan adalah klub sepak bola Italia dengan sejarah panjang prestasi, namun saat ini menghadapi masa transisi dan tantangan di bursa transfer serta penentuan pelatih baru.
    AC Milan
  • Gattuso
  • Formasi