Saleh Al'Ayubi Pary, Mutiara Tulehu Menatap Eropa

Bakat Saleh Al'Ayubi Pary harus berkembang dalam keterbatasan jumlah lapangan sepak bola di Tulehu, Maluku

Diterbitkan 22 November 2017, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Hal itu tentu tidak diraih secara mudah. Saleh tak kenal lelah berlatih setiap hari. Biasanya, ia baru pulang ke rumah menjelang magrib setelah bermain sepak bola. Bahkan, permainan itu dilakukan tidak hanya di lapangan saja, tetapi juga di jalan-jalan setapak makam leluhur.

Lagi pula, bicara soal fasilitas sepak bola, sebenarnya Tulehu memang memiliki tiga lapangan yang sering dijadikan tempat berlatih sekolah-sekolah sepak bola di sana. Namun, hanya lapangan Matuwaru yang memiliki kondisi "lebih baik" daripada dua tempat lainnya, yakni Darussalam dan Hurnala. 

Pesepak bola SSB Tulehu Putra, Saleh Al'Ayubi Pary beristirahat usai latihan disekitar makam leluhur. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Berdasar kondisi itulah, lapangan Matuwaru menjadi idola bagi masyarakat Tulehu. Konsekuensinya, Saleh, bersama SSB Tulehu Putra, tidak memiliki banyak waktu berlatih di sana. Namun, ia mengakali hal tersebut dengan berlatih di tempat lain, misalnya, tepi pelabuhan dan pantai, serta jalanan.

"Dulu bisa setiap hari (bermain), tetapi kini jadwal latihan kami hanya Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kami berbagi waktu dengan SBB Nursaini dan juga warga-warga yang ingin bermain bola," ujar Sani Tawainella, pendiri SSB Tulehu Putra.

Meski demikian, bagi Saleh, berlatih dan bermain sepak bola di lapangan rumput, pasir, jalanan, atau halaman rumah, sama saja. Bagi dia, yang terpenting adalah tetap fokus menggapai cita-cita bermain di salah satu klub Eropa. Cita-cita mulia demi mengangkat nama orang tuanya, masyarakat Tulehu, serta Indonesia. 

Baca artikel sebelumnya: 

Rizki Lestaluhu dan Obat Jiwa yang Terluka di Negeri Tulehu

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Vitalis Yogi Trisna, Ary WibowoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan