Buffon Sebut Lolos ke Piala Dunia 2018 Harga Mati

Timnas Italia akan menghadapi Swedia dalam babak play off kualifikasi Piala Dunia 2018.

Diterbitkan 10 November 2017, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Timnas Italia termasuk salah satu tim paling sukses di Piala Dunia. Dari 20 kali perhelatan sejak 1930, Italia sudah tampil 18 kali dan memenangkan gelar sebanyak empat kali (1934, 1938, 1982, dan 2006).

Meski dua kali absen, Gli Azzuri sebenarnya baru sekali gagal lolos kualifikasi, yakni di 1958. Sedangkan di 1930, mereka absen bukan lantaran gagal lolos kualifikasi. Mereka memang tidak mau ikut serta karena sebelumnya proposal untuk menjadi tuan rumah ditolak FIFA.

"Italia selalu tampil d Piala Dunia secara reguler. Jadi kami harus melakukan yang terbaik untuk memastikan kami dapat menjaga rekor tersebut," tegas Buffon.

Hormati Swedia

Sepanjang kariernya, Buffon tercatat sudah enam kali bertanding melawan Swedia. Terakhir ia memimpin Italia menang 1-0 di Piala Eropa 2016. Karena itu, ia mengaku menghormati Swedia.

"Saya sudah sering menghadapi Swedia. Yang pertama saya main lawan Swedia itu waktu sebelum Piala Dunia 1998 di mana kami kalah (0-1), dan kemudian di beberapa laga persahabatan. Swedia itu pantas dihormati. Tim mereka solid, punya kualitas, dan selalu bermain dengan cara mereka sendiri. Itu artinya, untuk mengalahkan mereka Anda harus bermain dengan performa yang luar biasa," tuturnya.

Dari enam kali bertemu Swedia, Buffon mengaku tidak bisa melupakan momen di Piala Eropa 2004. Saat itu, Italia yang berada di Grup C bersama Denmark dan Bulgaria, ditahan imbang 1-1 oleh Swedia.

Kemudian, Swedia dan Denmark seakan main mata dengan bermain imbang 2-2. Hasil itu menyebabkan Italia gugur di babak penyisihan grup, meski di pertandingan terakhir mengalahkan Bulgaria 2-1.

"Itu bukan memori yang bagus, bahkan walaupun kami seri waktu itu. Karena kesempatan untuk lolos tipis sekali waktu itu," tuturnya.

"Tapi itu sudah bukan masalah lagi, karena itu sudah bertahun-tahun lewat. Hidup terus bergerak dan saya bilang kepada seorang wartawan Italia beberapa hari lalu, jika kami gugur di Piala Eropa waktu itu, itu karena kami seharusnya bermain lebih baik di awal."

Dalam kesempatan yang sama, Buffon juga menanggapi pensiunnya Zlatan Ibrahimovic dari Timnas Swedia, bahkan sebelum mendapatkan cedera lutut. "Swedia adalah tim yang tampak punya tanggung jawab terhadap 11 pemainnya. Pemain seperti Ibrahimovic memang sangat penting, dan Anda tahu sendiri bagaimana perjalanannya. Sekarang setiap pemain sudah lebih bebas bermain. Sama sama rata di dalam tim," pungkas Buffon. (Abul Muamar)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan