Pelajaran Penting Timnas Indonesia U-19 dari Negeri Ginseng

Timnas Indonesia U-19 hanya mampu memetik dua kemenangan dari empat kali bertanding.

Diterbitkan 06 November 2017, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paju Timnas Indonesia U-19 mengakhiri kiprahnya di babak kualifikasi Piala Asia U-19 grup F yang berlangsung di Paju, Korea Selatan, sejak 31 Oktober lalu. Sayang di laga terakhir, pasukan Indra Sjafri gagal memetik kemenangan saat bertemu negeri Jiran, Malaysia.

Pertarungan berlangsung di Paju Public Stadium, Korea Selatan, Senin (6/11/2017). Dalam pertandingan ini, Timnas Indonesia U-19 kembali dibikin tak berkutik oleh lawan-lawannya.

Menghadapi Harimau Muda, Timnas Indonesia U-19 tidak seperti biasanya. Indra Sjafri menyimpan dua pemain andalannya, Egy Maulana Vikri dan Rafli Mursalim. Egy baru tampil pada awal babak kedua, sedangkan Rafli justru tidak main hingga pertandingan usai.

Malaysia tampil menekan sejak awal pertandingan. Baru tujuh menit laga berlangsung, gawang Garuda Nusantara yang dikawal Rossy, sudah bergetar lewat tendangan Muhammad Hadi Fayyadh. Gol pertama Negeri Jiran lahir dari titik putih penalti akibat pelanggaran di kotak terlarang yang dilakukan Rossy kepada pemain lawan Nik Akif.

Tertinggal 0-1, Timnas Indonesia U-19 berusaha bangkit dan sempat mendominasi jalannya laga. Namun, keasyikan menyerang justru membuat Garuda Nusantara kebobolan. Pada menit ke-34, Akhyar lolos jebakan offside dan berhasil memperdayai kiper Timnas, Rossy.

Indonesia sempat melawan lewat Hanis Saghara. Memanfaatkan bola rebound, menit ke-42, Saghara menjebol gawang Malaysia dan mengubah skor jadi 1-2 hingga turun minum.

Di babak kedua, permainan Timnas Indonesia U-19 justru menurun. Masuknya Egy Maulana Vikri yang dijuluki sebagai Lionel Messi Indonesia juga tidak memberi banyak perubahan.

Sebaliknya, Malaysia justru membuka keunggulan pada menit ke-47. Tendangan penjuru langsung disambar sundulan keras Shivan Pillay tanpa bisa dihalangi bek timnas U-19.

Petaka kembali menimpa timnas pada menit ke-50. Luthfi melakukan pelanggaran keras di kotak terlarang dan membuat wasit kembali menunjuk titik putih. Fayyadh yang ditunjuk menjadi algojo tidak menyia-nyiakan peluang itu dan membuat Malaysia menjauh 4-1.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Kami akui Malaysia lebih baik bermainnya. Namun kami sudah maksimal, selanjutnya kami akan introspeksi diri agar selanjutnya dapat bermain lebih baik lagi. Mohon maaf kepada pendukung timnas Indonesia kami tidak bisa meraih kemenangan atas Malaysia," ujar pemain Timnas Indonesia U-19, Asnawi Mangkualam Bahar, usai pertandingan. Kekalahan Telak Kedua Kekalahan lawan Malaysia memang tidak akan menghalangi langkah Timnas Indonesia U-19 menuju putaran final Piala Asia U-19 yang berlangsung di Indonesia paa tahun depan. Sebab, sebagai tuan rumah, pasukan Indra Sjafri sudah dipastikan lolos seacara Otomatis. Hanya saja, kekalahan dari Malaysia bakal jadi pelajaran penting bagi Indra untuk memoles kembali pasukannya. Apalagi, ini bukan yang pertama pada turnamen ini. Sebelumnya, kepak sayap Garuda Nusantara juga dibikin tak berkutik oleh tuan rumah Korea Selatan. Bertanding di lokasi yang sama, Timnas Indonesia harus menyerah dengan skor telak 0-4. https://www.vidio.com/watch/1156974-ini-gol-timnas-indonesia-u-19-ke-gawang-malaysia Kedua hasil ini sangat bertolak belakang dengan dua laga sebelumnya, yakni saat bertemu Brunei Darussalam dan Timor Leste. Dalam dua pertandingan tersebut, Timnas Indonesia U-19 tampil perkasa dan berhasil menang dengan skor telak, yakni masing-masing 5-0. "Sebagai tuan rumah (putaran final), kami tidak punya tekanan pada babak kualifikasi. Tapi, kami memanfaatkan ajang ini untuk mendapatkan pengalaman taktik. Ini untuk mempersiapkan menuju putaran final," kata Indra usai laga seperti dikutip dari AFC.

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu Krisnadefa, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan