Real Madrid Mulai Alami Krisis?

Real Madrid sudah alami dua kekalahan beruntun di La Liga dan Liga Champions.

Diterbitkan 02 November 2017, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Entah apa yang sedang terjadi dengan Real Madrid. Tak seperti biasanya, klub berjulukan Los Blancos ini mengalami dua kekalahan beruntun di dua ajang berbeda.

Akhir pekan lalu, Real Madrid dipermalukan Girona 1-2 pada lanjutan Liga Spanyol. Sedangkan pada Kamis (2/11/2017) dini hari WIB, giliran Tottenham Hotspur permalukan Real Madrid dengan skor 3-1.

Ada apa dengan Real Madrid? Apakah Real Madrid mulai alami krisis? Berdasarkan statistik yang dilansir opta joe, kekalahan lawan Spurs merupakan kekalahan terbesar Real Madrid di Liga Champions sejak 2008.

Terakhir, Madrid kalah 0-2 dari Juventus pada November 2008 lalu. Sejak era Zinedine Zidane, ini juga menjadi kekalahan terbesar Real Madrid di Liga Champions dan juga La Liga.

Meski sederetan tren negatif sudah tersaji, Real Madrid tetap percaya diri. Setidaknya jika mendengarkan komentar Zidane dan juga kapten Madrid, Sergio Ramos.

"Kami tidak dalam kondisi krisis. Saya tidak khawatir dan saya tak akan pernah khawatir hingga akhir tahun ini, apapun yang terjadi," ujar Zidane, penuh tekad.

"Kalah dua kali beruntun tentu tidak bagus buat kami, tapi kami punya tiga atau empat hari untuk istirahat dan sepak bola juga berlanjut. Analisis yang saya berikan hari ini jika kami kalah dari tim yang lebih baik," katanya.

Zidane ingin agar seluruh pemain tetap kuat menghadapi rentetan hasil buruk. Dia minta pemain Real Madrid untuk tetap tegakkan kepala.

"Kami tidak tampil buruk, kami punya peluang dan seperti yang terjadi dengan kami belakangan ini. Kami hanya tak menemukan gol saja," ucapnya.

 

 

 

Tidak Tenang

Real Madrid selama ini terkenal sebagai tim yang mampu bangkit meski dalam kondisi tertinggal. Madrid selalu punya cara untuk mendapatkan semangat untuk kejar gol.

Madrid biasanya bisa cetak gol lewat bola-bola mati atau pola serangan balik yang cepat. Meski begitu, strategi ini tak mampu berjalan dengan baik.

Setiap bola mati yang dieksekusi Real Madrid mampu dihalau Spurs dengan baik. Kali ini, Spurs tampil sangat gagah lewat tiga bek tengah mereka yaitu Jan Vertonghen, Davinson Sanchez dan Toby Alderweireld.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Zidane mengakui pemainnya kehilangan ketenangan saat berada di depan gawang. Jika tidak, Madrid diyakini minimal bisa rebut hasil imbang lawan Spurs. "Terkadang, Anda punya dua peluang dan cetak dua gol. Tapi tidak untuk hari ini. Kami punya peluang tapi tak mampu memanfaatkannya dengan baik," ujarnya. Sebelum menghadapi Spurs, Madrid sebenarnya punya modal untuk percaya diri. Bagaimana tidak, sejak kalah 0-4 dari Liverpool pada 2009, Madrid tak terkalahkan sebanyak 12 kali lawan klub asal Inggris atau rinciannya 8 kali menang dan 4 kali imbang. Dengan torehan ini, langkah Madrid untuk lolos ke fase knock out masih harus menunggu. Ini tidak seperti Madrid di musim-musim sebelumnya.

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan