5 Sisi Lain Conor McGregor sebelum Hadapi Mayweather

Di balik kontroversinya, McGregor memiliki kepribadian unik.

Diterbitkan 06 Agustus 2017, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Conor McGregor akan bertarung dalam aturan tinju melawan Floyd Mayweather Jr di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, 26 Agustus 2017 mendatang. Pertarungan ini merupakan duel harga diri karena kedua petarung sering mengumpat hinaan satu sama lain, baik di akun media sosial maupun saat tur promosi di empat kota.

Kehebohan tentang pertarungan ini sudah terlanjur menjadi konsumsi publik. Bahkan sebagian media di Eropa terus mengawal persiapan jelang pertarungan McGregor versus Mayweather Jr. Sehingga tak aneh jika kedua sosok tersebut berhasil menghipnotis semua orang.

Kabar terbaru datang dari McGregor. Sparring partner petarung yang berhasil mengawinkan sabuk juara kelas bulu dan ringan mixed martial art itu memutuskan berhenti memberikan ilmu tentang dunia tinju.

Paulie Malignaggi merasa terhina setelah sejumlah foto latihannya disebar jawara Ultimate Fighting Championship (UFC) melalui media sosial. McGregor seolah-olah ingin membuktikan bahwa dia berhasil menjatuhkan mantan juara dunia dua divisi itu.

McGregor tentu punya alasan mengapa dirinya menyebar foto tersebut. Terlepas itu, ada banyak cerita yang belum diketahui tentang sosok petarung dengan gaya nyentrik tersebut. Berikut sejumlah fakta menarik tentangnya.

Korban Bullying

Conor McGregor kerap jadi korban korban bullying. (AP/Christopher Katsarov)

McGregor dibesarkan di kota kecil bernama Crumlin yang terletak di pinggiran Dublin Selatan. Dia menimba ilmu di sekolah tingkat menengah Gaelcholaiste.

Selama belajar di sekolah yang mengutamakan pengajaran komunikasi itu, McGregor sudah terbiasa terintimidasi. Dia selalu menjadi sasaran empuk temannya karena perawakannya yang pendek.

Bullying adalah salah satu alasan mengapa McGregor tertarik untuk menekuni olahraga keras ini. Hingga saat ini dia masih ingat betul bagaimana para pengganggu sering menjadikan wajahnya sebagai sasaran pemukulan.

Seiring waktu, semuanya berubah drastis. Petarung berewok tersebut suka menghadiri seminar di sekolah-sekolah untuk memberikan sedikit pengalamannya tentang bagaimana cara menangani intimidasi di berbagai tingkat di sekolah.

Tukang Leding

Saat masih berusia 20 tahun, McGregor sudah terlatih untuk menghidupi dirinya. Sehingga petarung berewok itu akan mengerjakan apapun untuk mendapatkan uang.

Conor McGregor sempat menjadi tukang leding demi menyambung hidup. (AP Photo/Jae C. Hong)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Salah satu pekerjaan yang pernah dilakukannya adalah menjadi tukang ledeng. Dari penuturannya McGregor pernah menerima bayaran sebesar USD 180.Itu merupakan pengalaman berharga McGregor sebelum menjadi petarung profesional di UFC.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan