4 Pemain Timnas Indonesia U-22 yang Bisa Diandalkan Vs Mongolia

Empat pemain timnas Indonesia U-22 ini bukan tak mungkin bisa jadi pembeda lawan Mongolia?

Diterbitkan 21 Juli 2017, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pengalaman dan ketenangan pemain berusia 22 tahun itu diharapkan bisa memberikan rasa aman buat pemain lainnya. Hansamu juga memiliki kelebihan lain karena piawai memanfaatkan kesempatan untuk mencetak gol dari situasi set-pieces.

Hal itu sudah dibuktikan Hansamu saat mencetak dua gol ke gawang Thailand dan Vietnam bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2016.

Evan Dimas Darmono

Mantan kapten timnas Indonesia U-19 ini hanya bermain selama 45 menit saat tim Garuda ditekuk Malaysia 0-3. Kala itu, Evan masuk menggantikan posisi gelandang muda Persib Bandung, Gian Zola Nasrulloh, yang diturunkan sebagai pemain inti.

Masuknya Evan Dimas terbukti memberikan perubahan bagi permainan anak asuh Luis Milla. Timnas Indonesia U-22 bisa menguasai bola dan kerap memberikan ancaman melalui pergerakan maupun umpan yang diberikan oleh pilar Bhayangkara FC tersebut.

Kehadiran Evan Dimas memang krusial untuk laga melawan Mongolia. Peran pemain jebolan Mitra Surabaya sebagai pengatur permainan sangat dibutuhkan dalam laga yang wajib dimenangi oleh Timnas Indonesia U-22 ini.

Selain piawai dalam mengatur permainan, Evan Dimas juga punya dua kelebihan lain, yakni kemampuan mengeksekusi bola mati dan melakukan tembakan spekulasi dari lini kedua. Dua kelebihan itu bisa menjadi senjata rahasia bagi timnas Indonesia U-22 bila mengalami kebuntuan mencetak gol.

Saddil Ramdani

Winger lincah Persela Lamongan ini hanya duduk di bangku cadangan saat Timnas Indonesia U-22 kalah dari Malaysia. Saddil harus merelakan posisi yang ia biasa tempati di sisi kiri penyerangan kepada pemain serbabisa, Septian David Maulana.

Pada laga kontra Mongolia, sosok Saddil bisa menjadi opsi bagi pelatih Luis Milla untuk memberikan warna baru dalam permainan timnya. Hal ini dikarenakan perbedaan gaya bermain antara Saddil dan Septian David.

Saddil merupakan tipe pemain yang berani melewati lawan dan masuk ke dalam kotak penalti. Namun, pemuda asal desa Roda, Kabupaten Raha, Sulawesi Tenggara, itu masih kurang cakap dalam melakukan penyelesaian akhir.

Sosok Saddil bisa menjadi alternatif bila penampilan, Septian David, tak sesuai harapan. Dengan kecepatan dan kemampuan olah bola yang dimiliki, Saddil bisa menjadi pemain yang memberikan perbedaan untuk membawa Timnas Indonesia U-22 mengalahkan Mongolia.

Yabes Roni Malaifani

Winger Bali United ini menjadi pemain terakhir yang bisa memberikan perbedaan bagi timnas Indonesia U-22. Hal itu mengacu torehan tiga gol pemain asal Alor, Nusa Tenggara Timur, selama masa persiapan Timnas Indonesia U-22.

Ia mencetak tiga gol tersebut ke gawang Persewangi Banyuwangi, PS Badung U-21, dan PS Badung. Tiga gol yang ia cetak, semuanya terjadi di kandang Bali United, yakni Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Yabes juga sedang meningkat penampilannya di level klub. Ia sudah mencetak dua gol dan mengemas 2 assists dari 9 penampilan bersama Bali United di pentas Liga 1 2017.

Dengan catatan apik itu, Milla bisa menempatkan Yabes sebagai prioritas utama ketika Timnas Indonesia U-22 mengalami kebuntuan. Hal itu pula yang dilakukan Milla saat memasukan Yabes menggantikan, Marinus Wanewar, pada pertengahan babak kedua melawan Malaysia.

Sayangnya, mantan pemain timnas Indonesia U-19 itu tidak punya cukup waktu untuk menempatkan namanya di papan skor. Kini, kesempatan itu sepertinya akan kembali didapatkan Yabes Roni saat bersua Mongolia. *

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Juprianto Alexander Sianipar, Edu Krisnadefa, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan