Indonesia Vs Myanmar: Duel Juru Taktik Tim Muda

Pertemuan Indonesia vs Myanmar sekaligus jadi ajang pembuktian dua pelatih Eropa: Luis Milla (Spanyol) dan Gerd Zeise (Jerman).

Diterbitkan 20 Maret 2017, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada 2012 dia sempat menukangi timnas U-23 tapi dipecat lantaran Spanyol gagal di fase grup Olimpiade 2012 London. Timnas Indonesia U-22 merupakan tim nasional pertama setelah Spanyol yang dilatihnya. Mantan gelandang bertahan tersebut ditargetkan membawa gelar juara dalam dua tahun masa kerjanya.

"Ketika memutuskan bertarung, kita harus menang meski saat ini masih berada dalam tahap pembentukan tim. Perjalanan masih panjang karena SEA Games masih di bulan Agustus," tutur Milla dalam jumpa pers, Kamis (16/3/2017) di Karawaci, Tangerang.

"Di sisi lain kami ingin mendapat image bagus dari masyarakat dengan kemenangan," ucap Luis Milla.

Bukan hanya target juara SEA Games 2017, skuat Garuda juga dituntut bisa meraih medali emas dalam ajang Asian Games, yang digelar di Indonesia tahun depan.

Gerd Zeise

2. Gerd Zeise

Gerd Zeise juga terhitung baru sebagai pelatih tim nasional karena pria 64 tahun tersebut ditunjuk menukangi Myanmar U-19 pada 2014 lalu. Setahun kemudian, dia dipercaya untuk membimbing tim U-20 negara yang dulu bernama Burma tersebut. Hasilnya, mereka sukses menembus Piala Dunia di Selandia Baru.

Sayang, di babak penyisihan Grup A Piala Dunia U-20, Myanmar pulang dengan status tim juru kunci. Mereka kalah di semua partai fase tersebut dari Ukraina, Amerika Serikat, dan tuan rumah Selandia Baru.

Pulang dari pesta sepak bola dunia, ekspektasi tinggi dibebankan pada Zeise oleh publik Myanmar. Dia harus membawa timnya tampil bagus sebagai tuan rumah Piala AFF 2016.

Langkah tak biasa yang dilakukan sang pelatih adalah mengadakan pemusatan latihan di luar negeri. Zeise memilih Jerman, kampung halamannya, di samping Belgia, Siprus, hingga Italia sebagai kamp latihan The White Angels.

Zeise memang ditargetkan bisa membawa Myanmar sampai semifinal, tapi di babak itu mereka dibantai juara bertahan Thailand. Di leg pertama Myanmar ditekuk 0-2 dan kemudian dibantai 0-4 pada leg kedua.

Usai turnamen bergengsi se-ASEAN ini, Zeise kembali mengumpulkan kekuatan terbaiknya. Nama-nama seperti Aung Thu sampai gelandang Phyo Ko Ko Thein milik klub Ayeyawady United.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Risa Kosasih, Windi Wicaksono, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan