Kaleidoskop 2016: Tontowi / Liliyana Raih Emas Olimpiade

Tontowi / Liliyana meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di Brasil.

Diterbitkan 29 Desember 2016, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Nomor ganda campuran baru dipertandingkan di Olimpiade Atlanta 1996. Indonesia saat itu diwakili Tri Kusharyanto/Minarti Timur dan Flandy Limpele/Riseu Rosalina. Hanya Flandy/Riseu yang mampu mencapai perempat final.

Empat tahun kemudian di Sydney 2000, ganda campuran nyaris menyumbang emas melalui Tri Kusharyanto/Minarti Timur. Melawan wakil Tiongkok, Zhang Jun/Gao Ling, Tri/Minarti menang mudah 15-1 di game pertama. Sayang, Minarti mendapat cedera sehingga di dua game berikutnya kalah 13-15 dan 11-15.

Pada Olimpiade Athena 2004, Indonesia diwakili pasangan Anggun Nugroho/Eny Widiowati dan Nova Widianto/Vita Marissa. Langkah Anggun/Eny hanya sampai babak kedua, sementara Nova/Vita hingga perempat final.

Di Olimpiade Beijing 2008, Nova Widianto berpasangan dengan Liliyana Natsir. Sementara Vita Marissa dipasangkan dengan Flandy Limpele. Indonesia kembali gagal meraih emas setelah Nova/Liliyana dikalah pasangan Korea, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung.

Nova pensiun, Liliyana lantas berpasangan dengan Tontowi Ahmad. Beban medali emas Olimpiade London 2012 dibebankan kepada pasangan ini menyusul sukses di kejuaraan All England. Sayang, Tontowi/Liliyana yang merasa terbebani hanya bisa finis di peringkat keempat.

Hingga akhirnya sejarah baru tercipta di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Tontowi/Liliyana akhirnya menyudahi penantian 16 tahun ganda campuran untuk menyumbang medali emas.

Doping di Olimpiade Rio

Tak hanya rekor baru, sejumlah kasus doping juga mewarnai Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di Brasil. Bahkan beberapa jam sebelum upacara pembukaan.

Komite Olimpiade Siprus mengumumkan lifter Antonis Martasidis tak lolos dalam tes doping luar kompetisi (out-of-competition test). Ironisnya, Martasidis baru mengetahui hasil tesnya positif satu jam setelah tiba di Rio de Janeiro. Akreditasinya langsung dicabut dan diminta pulang ke Siprus.

Di saat bersamaan, Komite Olimpiade Yunani juga mengumumkan salah satu atletnya gagal dalam tes doping. Meski nama sang atlet sempat disembunyikan, akhirnya bocor juga ke medua. Surat kabar Yunani, Kathimerini, mengabarkan atlet itu adalah perenang putri Theodora Giareni.

Atlet lain yang juga gagal dalam tes doping adalah perenang muda asal Tiongkok, Chen Xinyi. Chen sempat turun di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dan direncanakan juga ambil bagian di nomor 50 meter.

Silvia Danekova menambah daftar atlet yang tidak lolos dalam tes doping. Namun, atlet cabang lari asal Bulgaria ini membantah dirinya memakai doping. Ia berdalih bahwa zat yang ditemukan dalam kandungan urinenya berasal dari suplemen makan.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan