Romantisme Itu Kembali
Sekali lagi, ini memang mengasyikkan. Sebab, setelah begitu lama kita melupakan timnas, kini romantisme itu dibangkitkan lagi. Dari alam bawah sadar diri kita, begitu saja muncul perasaan itu. Perasaan untuk mendukung timnas, keinginan melihat Boaz Solossa, sang kapten timnas, mengangkat trofi Piala AFF tinggi-tinggi.
Lihatlah betapa gilanya antusiasme masyarakat Indonesia saat final pertama di Pakansari. Wajar saja, stadion di kawasan Cibinong itu tak mampu menampung animo pencinta timnas, karena hanya berkapasitas tak lebih dari 30 ribu penonton.
Padahal, kalau boleh jujur, timnas Indonesia sendiri sebenarnya tak selalu tampil bagus di enam laga yang telah dijalani. Namun, semangat yang mereka pertontonkan di lapangan, itulah yang harus benar-benar dihargai.
Lihatlah bagaimana bersemangatnya mereka bermain atas nama Indonesia. Mengenakan seragam merah-merah atau putih-putih, merumput di lapangan, bagi mereka sama dengan bertempur di medan perang.
Tak hanya diperlihatkan, hasrat menaikkan derajat timnas Indonesia juga lantang mereka ucapkan. Video pernyataan Andik dan Evan Dimas tentang keinginan mereka untuk membawa Indonesia juara menjadi viral di media sosial. Itu bukti, betapa hasrat mereka mendapat respons bagus dari masyarakat sepak bola negeri ini.
Sukses pasukan Riedl menembus final memang luar biasa. Setidaknya jika melihat latar belakang kondisi sepak bola negeri ini, sebelum Piala AFF digelar.
Tak Ada Guna Mengkritik
Karena sanksi FIFA, lantaran Pemerintah dianggap intervensi kepada PSSI, sepak bola kita dikucilkan kurang lebih setahun. Kompetisi resmi vakum, banyak pemain mengganggur.
Persiapan timnas juga sangat mepet, karena sanksi baru dicabut sekitar bulan Mei 2016. Lantaran berbagai sebab, termasuk soal kesehatan, Riedl juga baru bekerja bulan Agustus, sejak ditunjuk bulan Juni. Namun, persiapan efektif timnas, bisa dibilang baru efektif pada bulan Oktober.
Maka itu, saya setuju dengan sahabat saya, Asep Ginanjar, yang kerap menulis kolom di kanal Bola Liputan6.com. “Tak ada gunanya mengkritisi Riedl serta Boaz dan kawan-kawan. Garuda sedang terbang tinggi, menuju puncak prestasi. Menghujatnya, mengkritiknya habis-habisan, sama saja dengan menembaknya jatuh ke bumi,” begitu tulis Asep di kolomnya.
Maka itu, jika pun timnas gagal membawa pulang trofi dari Bangkok, Stefano Lilipaly dan kawan-kawan rasanya tetap pantas berbangga. Sebab, sesungguhnya, saat ini pun timnas Indonesia telah menjadi juara. Mereka sudah berhasil memenangkan kembali hati pecinta sepak bola Indonesia untuk mencintai kembali tim nasionalnya. Bravo Indonesia!
@edukrisnadefa
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/403148/original/069059700_1450241274-edu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1250083/original/034958800_1464679925-160531-Edu-Krisnadefa-banner-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/358162/original/014326800_1521191196-28468796_10215322228518340_1667268567176383478_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/386856/original/091469300_1472266881-Fadjriah_Cute.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1404653/original/011789400_1479093619-aff-championship.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3646538/original/091087500_1638097704-photo6134026740180299437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5374238/original/008561100_1759887956-Logo_Timnas_Indonesia_2025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)