Rebut Emas, Atlet Bulutangkis Putri DKI Tampil Sempurna di PON

Atlet tunggal putri bulu tangkis DKI Jakarta, Fitriani mempersembahkan emas di nomor perorangan.

Diterbitkan 29 September 2016, 06:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Atlet tunggal putri bulu tangkis DKI Jakarta, Fitriani mempersembahkan emas di nomor perorangan. Dia tampil sempurna sepanjang turnamen alias tidak terkalahkan.

Dia mulai mencatatkan rapor positif itu sejak pertandingan beregu putri, di mana DKI Jakarta akhirnya harus puas dengan medali perak. Fitri mempersembahkan kemenangan ini untuk DKI Jakarta dan orang tua.

Fitriani selalu menyumbang poin untuk DKI Jakarta di pertandingan beregu putri. Di nomor perorangan pun, rapro Fitriani tidak ternoda hingga di babak final. Pada partai pamungkas, Fitri menekuk pebulutangkis tuan rumah,Hanna Ramadini dua set langsung, 24-22 dan 21-22.

[bac

ajuga:Baca Juga](2613468 2613523 2613480)

Pada game pertama, Fitri sempat tertinggal 15-20, namun secara mengejutkan, Fitri merebut lima poin secara beruntun, dan menyamakan kedudukan menjadi 20-20. enuh percaya diri, Fitriani pastikan kemenangannya dengan 24-22 di game pertama.

Kunci sukses mengamankan emas adalah, tidak kalah di game pertama. "Karena kalau saya kalah di game pertama, Hanna bisa timbul semangatnya.Tapi kalau saya bisa menyusul, Hanna bisa berkurang semangatnya dan mentalnya terjatuh. Jadi saya berusaha buat mengejar poin, yang penting bola bisa masuk dulu aja,” kata Fitriani.

Dalam pertandingan di GOR Bima, Cirebon, Rabu, (28/9/2016), Fitri sempat demam panggung karena suporter tuan rumah membludak. Terlebih, dia sempat menjadi sasaran intimidasi penonton.

"

Saya sempat tegang, karena banyak suporter buat Hanna. Apalagi dari awal masuk saya juga banyak disorakin penonton. Dalam hati; saya berusaha tetap fokus dan tenang, tapi tetap saja terpengaruh sedikit. Saya tegang jadinya,” ujar Fitriani.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Persija Jakarta Lakoni 2 Uji Coba di Thailand, Ini Target Shin Tae-yong

Rejdo Prahananda, Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan