Rekor Selam Asia Pecah di PON 2016

Atlet selam dari kontingen Jawa Timur, atas nama Guntur Pratama Putra memecahkan rekor Asia di PON 2016

Diterbitkan 17 September 2016, 20:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Atlet selam dari kontingen Jawa Timur, atas nama Guntur Pratama Putra memecahkan rekor Asia di PON 2016 pada perlombaan di Kolam Renang Catherin Surya, Cirebon, Sabtu, (17/9/2016).

Guntur tampil di nomor 50 bifins ini mematahkan rekor asia yang sebelumnya dipegang atlet asal Korea Selatan Kim Guang-mung.

 

Guntur Pratama berhasil mencapai finis dengan catatan waktu 00:19:07 detik. Catatan tersebut mengalahkan rekor yang diciptakan Kim pada kelas yang sama, dengan catatan waktu 00:19:30. "Alhamdulillah bisa memecahkan rekor asia," ujar Guntur di Cirebon.

Prestasi ini, Guntur menjelaskan, tidak lepas dari bimbingan pelatih selama mengikuti latihan jelang PON XIX. Sebelum tampil di PON, dia berlatih di Tiongkok selama 2,5 bulan.
"Saat di China, saya banyak dilatih untuk melakukan sprint” kata Guntur.
 
Sementara itu, rekor baru lain yang berhasil dipecahkan atlet selam di Cirebon tercipta dari Joanita Mutiara Hapsari (DKI Jakarta) nomor 200 meter Bifins Putri dengan catatan waktu 01:51:08. Rekor sebelumnya dipegang; Margaretha Herawati, saat PON XVIII Riau 2012 dengan catatan waktu 01 menit 56,14 detik.
 
Rekor lain juga dicetak Danandra Indra Damario (DKI Jakarta) di nomor 200 meter Bifins putra dengan catatan waktu 01:39:64. Rekor sebelumnya dipegang oleh  Naradipa Poniman (DKI) dengan waktu 01:42’95.
 
Reinhard Tomel juga berhasil memcahkan rekor milik dirinya pada final kelas 400 meter surface putra, ia mencatatkan waktu 03:10:21, lebih baik dari rekor sebelumnya yang ia pegang dengan waktu 03: 14: 00.
 
Rekor terakhir dipegang oleh Angeline Soegianto, dengan catatan waktu 03:30:16, pada nomor 400 meter surface putri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Persija Jakarta Lakoni 2 Uji Coba di Thailand, Ini Target Shin Tae-yong

Edhie Prayitno Ige, Rejdo Prahananda, Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan