10 Pesepak Bola Top yang Hancur Hidupnya Akibat Alkohol

Sebagian besar dari mereka tak bisa menghindari gemerlapnya kehidupan malam.

Diterbitkan 01 September 2016, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

6. Ladislao Kubala

Kubala memiliki banyak cerita sebagai pemain dan pelatih. Beberapa klub top pernah disinggahinya. Ia sempat bermain untuk Barcelona pada 1951-1961. Ia juga sempat mejadi pelatih barca pada 1961-1963, 1980, dan Timnas Spanyol pada 1969-1980.

Kebetulan, Kubala memang terlahir tepat pada generasi emas Ferenc Puskas. Namun, ia sempat dikirim ke kamp penjara rezim komunis Hungaria karena dianggap berkhianat akibat bermain untuk Timnas Ceko. Kecanduannya terhadap alkohol membuat namanya tercoreng. Bahkan, ia sempat terkejut saat meneken kontrak dengan Barca akibat mabuk di malam harinya.

5. Tony Adams
Bicara soal Adams, pikiran orang langsung tertuju pada Arsenal. Itu karena Arsenal adalah satu-satunya klub yang diperkuat Adams sepanjang kariernya. Pria kelahiran 10 Oktober 1966 itu juga memenangkan empat gelar Liga Premier, tiga Piala FA, dua Piala Liga, satu Community Shield, dan satu Piala Winners.

Sayang, karier gemilangnya tak diikuti dengan sikap baik Adams di luar lapangan. Pengoleksi 66 caps Timnas Inggris itu beberapa kali terlibat perkelahian di bar. Bahkan, ia juga sempat divonus hukuman 4 bulan penjara karena mengemudi dalam kondisi mabuk. Ia baru mulai melawan kebiasaannya terhadap alkohol sejak 1996.

4. Socrates

Lahir pada 19 Februari 1954, Socrates menjadi salah satu gelandang serang terbaik Timnas Brasil sepanjang masa. Total, ia sudah tampil di 60 laga dan mencetak 22 gol. Ia juga memiliki karier gemilang bersama Botafogo, Corinthians, dan Flamengo.

Akibat kecanduan alkohol, ia sempat menjalani operasi transplantasi hati pada 2011. Sayang, tindakan itu tak bisa menyembuhkannya dari sakit. Di akhir 2011, Socrates akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

3. Jimmy Greaves
Greaves adalah pemain yang menempati urutan ketiga dalam daftar Top Scorer Timnas Inggris sepanjang masa dengan koleksi 44 gol dari 57 laga. Tak hanya di lapangan, perjuangannya melawan kecanduan alkohol juga layak diancungi jempol.

Ia mulai menganut gaya hidup sehat pada 1970-an. Pada akhirnya, ia mampu meninggalkan kecanduannya dengan alkohol pada 1978. Seusai pensiun, ia juga memiliki karier yang cemerlang sebagai pembawa acara TV.

2. Adriano

Sejatinya, Adriano sempat dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik Brasil di eranya. Ia memiliki modal dalam hal teknik, kecepatan, dan kekuatan. Sayang, sikap buruknya di luar lapangan malah membuat kariernya hancur secara perlahan-perlahan. Sikap yang paling disorot dari mantan bomber Inter Milan itu adalah kecanduannya dengan alkohol.

Akibat tak kuasa menahan godaan, ia sempat muncul pada sesi latihan dalam kondisi mabuk. Kebetulan, Adriano memang dikenal sebagai pemain yang kerap keluar masuk kelab malam. Kini, ia bermain untuk Miami United, namun belum pernah dimainkan.

1.Diego Armando Maradona
Soal kualitas, karier, dan kemampuan, tak ada yang perlu ditanyakan lagi dari seorang Maradona. Hingga kini, ia masih dianggap sebagai pemain terbaik yang pernah ada dalam jagat sepak bola. Prestasinya di level klub dan Timnas Argentina yang menjadi bukti.

Dalam biografinya, Maradona sempat mengakui bahwa dirinya adalah seorang pemabuk. Ia bahkan tak bisa melewati satu malam tanpa menghabiskan sebotol wiski. Bahkan, ia juga sempat mengalami kecanduan kokain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan