5 Pelatih Korban Ketatnya Persaingan di Sepak Bola Indonesia

Subangkit harus rela melepas jabatannya sebagai pelatih Mitra Kukar karena tekanan yang berat.

Diterbitkan 03 Agustus 2016, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ajang Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo kembali menelan "korban". Baru 13 pekan berjalan, total enam pelatih sudah dihakimi kinerjanya, sehingga harus mundur atau dipecat dari kursinya.

Sejumlah hasil buruk memang menjadi biang keladi hijrahnya pelatih. Teranyar, Subangkit harus rela melepas jabatannya sebagai pelatih Mitra Kukar karena tekanan yang berat.

Bersama Mitra Kukar, Subangkit memang tak bisa meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir. Laga imbang 2-2 melawan PSM Makassar menjadi pertandingan terakhir kali yang dipimpinnya.

Sehari berselang, Subangkit akhirnya menyatakan mundur dari kursi kepelatihan. Dia menyadari dirinya memang kurang bisa mengangkat performa tim berjuluk Naga Mekes itu.

Masih ada total enam korban lagi yang harus meninggalkan kursi sebagai pelatih. Padahal, pelatih posisinya saat ini sangat sulit lantaran hanya punya waktu singkat dalam mempersiapkan tim.

Berikut daftar pelatih yang sudah meninggalkan kursinya di ajang TSC:

Luciano Leandro

Jalani tiga laga dan menelan dua kekalahan, manajemen PSM akhirnya memutuskan untuk menyudahi kerja samanya dengan Luciano meski masih pada awal-awal TSC.

Pada laga pembuka kompetisi, Syamsul Chaerrudin dkk takluk dari Semen Padang 1-2. Posisi Luciano sempat di atas angin kala PSM menang 2-1 atas Persela.

Namun, semuanya musnah setelah Juku Eja kalah 0-1 melawan Perseru Serui. Dia akhirnya memilih mundur karena tekanan besar dari suporter dan manajemen.

Mereka kemudian menunjuk Robert Rene Alberts sebagai penggantinya. Namun, pergantian pelatih nyatanya tak membuat performa PSM secara instan bakal cemerlang.

Terhitung menangani PSM 1 Juni 2016, Robert Alberts hanya mampu meraih satu kemenangan saja dari delapan pertandingan. Hal ini yang membuat masalah PSM semakin pelik.

Stefan Hansson

Tiga kekalahan beruntun melawan Persegres Gresik United (0-1), PSM Makassar (1-2), dan Persija Jakarta (1-2), amat mengecewakan bagi manajemen Persela. Hal itu bahkan membuat mereka harus terjerembab di dasar klasemen TSC 2016.

Sejatinya, skuat Laskar Joko Tingkir ini masih sabar setelah tiga kekalahan beruntun. Namun, usai kembali takluk di kandang oleh Persipura Jayapura, Persela akhirnya memutuskan untuk memecat Hansson dari kursi kepelatihan.

Rapor buruk Hansson juga terlihat dari laga kandang. Bahkan, empat kekalahan itu, diraih di kandang sendiri.

Persela kemudian menunjuk Sutan Harahara sebagai pengganti. Hasilnya lumayan, menangani Persela sejak Juni, Sutan sukses membuat Laskar Joko Tingkir sedikit bangkit dengan meraih tiga kemenangan dari 8 pertandingan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pelatih yang karib disapa Edu ini memutuskan mundur dari kursi kepelatihan PS TNI. Tentu, hal penyebabnya adalah rentetan hasil minor yang harus diraih Laskar Loreng.Menangani tim sampai pekan ketujuh, PS TNI dibawanya jadi klub yang tak pernah meraih kemenangan. Usai kalah 1-3 dari Persipura di Stadion Pakansari, Edu akhirnya mundur.Kini, usai menunjuk kembali Suharto AD, penampilan Manahati Lestusen mulai membaik. Mereka bahkan sukses meraih tiga kemenangan beruntun di laga kandangnya sejauh ini.

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan