Angkat Besi dan Tradisi Medali Indonesia di Olimpiade

Angkat besi masuk dalam cabang atletik saat diperkenalkan di Olimpiade tahun 1896.

Diterbitkan 01 Agustus 2016, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Perjalanan Indonesia

Angkat besi menjadi salah satu cabang penyumbang medali bagi Indonesia di Olimpiade. Sejauh ini atlet angkat besi Indonesia sudah menyumbangkan delapan medali, dengan rincian tiga perak, dan lima perunggu.

Indonesia mengirim atlet pertamanya di cabang angkat besi pada Olimpiade tahun 1952. Ketika itu Thio Ging Hwie menempati peringkat kedelapan. Empat tahun kemudian Liem Kim Leng menjadi wakil dan berada di posisi ke-15. Pada Olimpiade 1960, Tan Tjoe Gwat menempati peringkat ke-17.

Catatan gemilang baru dimulai pada Olimpiade 2000 di Sydney. Lisa Rumbewas membuka keran medali dari cabor angkat besi setelah meraih perak di kelas 48 kilogram putri. Sementara dua atlet lain yakni Sri Indriyani dan Winarni menyumbang perunggu masing-masing di kelas 48 kg dan 53 kg.

Setelah itu, pada tahun 2004, Lisa Rumbewas kembali mengulang prestasinya. Ia menyumbang perak untuk kelas 53 kg.

Tradisi medali dilanjutkan empat tahun kemudian oleh Triyatno dan Eko Yuli Irawan. Keduanya menyumbang medali perunggu. Sedangkan pada Olimpiade empat tahun lalu medali perak disumbangkan Triyatno dan Eko Yuli menyumbang perunggu.

Tahun ini Indonesia mengirimkan tujuh atlet, lima putra dan dua putri. Eko Yuli dan Triyatno masih menjadi andalan untuk meraih medali. Eko Yuli dan Muhammad Hasbi akan turun di kelas 62 kg, Deni dan I Ketut Ariana tampil di kelas 69 kg, sementara Triyatno akan tampil di kelas 77 kg. Sedangkan lifter putri, Sri Wahyuni Agustiani akan tampil di kelas 48 kg dan Dewi Safitri kelas 53 kg.

Tim Angkat Besi Indonesia
Putra: Eko Yuli Irawan, Muhammad Hasbi, Deni, Triyatno, I Ketut Ariana
Putri: Sri Wahyuni, Dewi Safitri
Prestasi Terbaik: Medali perak pada Olimpiade 2000, 2004, dan 2012.
Peraih medali: Lisa Rumbewas, Sri Indriyani, Winarni, Eko Yuli, Triyatno.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Adyaksa Vidi, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan