Mengenal Rahadewineta, Wasit Olimpiade Cantik dari Indonesia

Neta akan memimpin sejumlah pertandingan Taekwondo di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Diterbitkan 29 Juli 2016, 16:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Rahadewineta yang kini bersuamikan seorang atlet Taekwondo / Instagram

Setelah itu, Rahadewineta berturut-turut meraih prestasi di berbagai ajang. Mulai dari tingkat nasional hingga regional antara lain medali perak SEA Games Laos 2009. "Saya mulai 1993 dan sampai 2016 ini, itu berarti sudah 23 tahun saya berkecimpung di Taekwondo," ujar Rahadewineta.

Neta sebenarnya berharap bisa mengikuti jejak kakaknya tampil di Olimpiade. Namun wanita berparas menarik itu gagal mendapat tiket menuju Olimpiade Beijing 2008. 

Meski demikian, Neta tak patah arang. Dia tetap menapaki mimpinya tampil di multievent paling bergengsi itu lewat jalur yang berbeda, yakni wasit. 

Setelah Olimpiade Beijing 2008, Rahadewineta langsung mengambil lisensi pelatih tingkat nasional. Hanya setahun setelahnya, Rahadewineta berhasil mengambil lisensi pelatih internasional.

Termotivasi Sang Kakak

Ada motivasi tersendiri di balik keputusannya mengambil lisensi wasit internasional tersebut. Neta menuturkan, para peserta yang mengambil lisensi pelatih internasional didominasi laki-laki. Karena itulah, ia termotivasi untuk membuktikan diri.

"Saya pikir kenapa sih enggak ada wasit cewek yang ikut lisensi internasional. Kenapa enggak kita coba," kata dia.

Rahadewineta saat berada di Moskow untuk menjalani pemusatan latihan untuk wasit Olimpiade / Instagram
Neta mengakui, pengalaman menjadi atlet turut membantunya dalam proses mengambil lisensi wasit internasional tersebut. "Karena saya mantan atlet, jadi saya enggak jiper," ujarnya.

Kerja keras Neta itu tidak sia-sia. Kini Neta memegang setidaknya tiga sertifikat wasit tingkat internasional. Dirinya pun pernah dinobatkan jadi wasit terbaik di tiga kejuaraan Taekwondo tingkat dunia.

Neta mengungkapkan, jadi wasit dan atlet Taekwondo punya perbedaan yang mencolok. Sebagai wasit, dia butuh membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi. Sedangkan saat jadi atlet, faktor emosional menurutnya jauh lebih dominan.


"Jadi memang beda. Saya pikir kalau dulunya bukan atlet, seorang wasit akan kesulitan karena gerakan atlet itu kadang tidak terduga," kata Neta.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Luthfie Febrianto, Marco Tampubolon, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan