3 Faktor Kebangkitan Bhayangkara Surabaya United

Dalam enam pekan terakhir, Evan Dimas dan kawan-kawan sukses meraih kemenangan.

Diterbitkan 28 Juli 2016, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Faktor Kebangkitan Bhayangkara Surabaya United

Apiknya Pemain Asing

Sebenarnya, Bhayangkara SU tercatat memiliki enam pemain asing, yakni Otavio Dutra, Abel Dekar, Paulo Helber Rosa, Shane Andre Malcolm, Khairallah Abdelkbir, dan Thiago Furtuoso. Namun, tiga di antaranya harus tersisih pada lima pekan awal karena tak menunjukkan performa seperti yang diharapkan.

Praktis, saat ini Bhayangkara SU hanya memiliki tiga penggawa asing utama, yaitu Otavio Dutra, Abdelkbir, dan Thiago Furtoso. Ya, ketiga pemain ini menjadi andalan bagi anak asuh Ibnu Grahan dalam setiap laga mulai pekan keenam.

Alhasil, keefektifan ketiganya sangat teruji. Dimulai dari Dutra yang sudah tak diragukan lagi kualitasnya. Dalam 12 laga ini, tercatat bek asal Brasil itu sukses melakukan 75 persen tekel sukses.

Tak hanya itu, dia juga nyatanya rajin mencetak gol. Buktinya, Dutra mampu membukukan tiga gol dan dua assists untuk Bhayangkara SU. Akurasi umpannya juga mencengangkan dengan rata-rata 79% dan 67% dribel sukses.

Lalu ada nama Khairallah Abdelkir. Pemain asal Maroko ini menjadi duet sepadan Evan Dimas dalam menyusun serangan Bhayangkara Su. Dua gol dan dua assists sudah dia sumbangkan untuk Bhayangkara SU.

Duetnya bersama Evan seakan memanjakan Thiago Furtuoso sebagai ujung tombak. Ya pemain asal Brasil ini total sudah melakukan 34 tembakan dan empat gol di antaranya berbuah gol.  Catatan ini mungkin saja akan bertambah mengingat masih panjangnya TSC 2016.

Faktor Kebangkitan Bhayangkara Surabaya United

Persiapan yang Matang

Bila dilihat ke belakang, Bhayangkara SU memang menyiapkan timnya cukup lama. Bahkan, mereka tak melakukan bongkar-pasang pemain yang mencolok pada penggawa lokalnya.

Rudi Widodo, Evan Dimas, Hargianto, Fandi Eko, Ilham Udin, sampai Indra Kahfi tercatat merupakan pemain Bhayangkara SU sejak ISL 2015 lalu. Mereka juga tetap ikut pada turnamen-turnamen nasional yang marak kala kompetisi Indonesia dibekukan.

Sang pelatih, Ibnu Grahan juga sudah dua tahun ini menangani tim. Tercatat, dia jadi juru taktik Bhayangkara SU pada 5 Januari 2015. Hal ini menjadi salah satu kunci lantaran Ibnu pastinya sudah khatam betul kondisi Bhayangkara SU.

Mereka hanya sedikit mengubah skuatnya jelang TSC 2016. Hanya pemain asing saja yang baru mereka datangkan untuk melengkapi tim. Tentu cukup menarik melihat eksistensi Bhayangkara SU sampai akhir musim nanti.

I. Eka Setiawan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan