5 Kiper Terbaik Eropa Musim 2015/2016

Gianluigi Buffon membuktikan bahwa usia bukan halangan seorang kiper.

Diterbitkan 02 Juni 2016, 19:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. David De Gea (Manchester United)

3. David De Gea (Manchester United)

Muda dan berbakat. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan De Gea. Di usianya yang masih 25 tahun, De Gea sudah menunjukkan tingkat kematangan yang mumpuni. MU pun cukup beruntung bisa meminangnya dari Atletico Madrid di musim panas 2011.

Di musim 2015/2016, ia memang kebobolan hingga 48 gol dari 49 laga. Namun, ia tetap mampu menciptakan 19 clean sheet. Itu yang membuatnya tetap masuk dalam daftar kiper terbaik musim 2015/2016.

Kini, De Gea tengah diisukan akan segera angkat kaki dari Old Trafford. Kegagalan MU tampil di Liga Champions 2016/2017 diyakini menjadi alasannya. Jika itu terjadi, besar kemungkinan tujuan De Gea adalah Real Madrid.

Laga: 49
Kebobolan: 48
Clean Sheet: 19
Saves (Liga+Liga Champions): 100
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 2,38
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 0/4
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 71%

4. Jan Oblak (Atletico Madrid)

4. Jan Oblak (Atletico Madrid)

Atletico mungkin adalah tim yang tak pernah kehabisan stok kiper berbakat. Meski sudah ditinggal De Gea dan Thibaut Courtois, Atletico terbukti langsung menemukan pengganti yang tepat. Ia adalah Oblak, kiper berusia 23 tahun yang direkrut dari Benfica di musim panas 2014.

Musim 2015/2016, kontribusi Oblak menjadikan Atletico sebagai tim dengan pertahanan terbaik di La Liga. Itu karena mereka hanya kebobolan 18 gol. Tim seperti Barcelona saja harus menderita kebobolan hingga 29 gol.

Sukses itu yang membuat Oblak menyabet penghargaan Zamora musim 2015/2016. Jika ditotal dari 50 laga di semua kompetisi, Oblak mampu menciptakan 31 clean sheet dan hanya kebobolan 26 gol.

Laga: 50
Kebobolan: 26
Clean Sheet: 31
Saves (Liga+Liga Champions): 85
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 3,56
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 2/13
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 53,5%

5. Petr Cech (Arsenal)

5. Petr Cech (Arsenal)

Keputusan Arsene Wenger, pelatih Arsenal, untuk merekrut Cech dari Chelsea di musim panas 2015 dengan mahar 15 juta euro adalah keputusan yang sangat tepat. Setelah kepergian David Seaman pada akhir musim 2002/2003, Arsenal akhirnya bisa kembali menemukan kiper hebat.

Tanpa butuh waktu lama, Cech langsung menjadi penentu sukses Arsenal finis sebagai runner up Liga Premier Inggris 2015/2016. Dari semua laga yang dijalani Arsenal, Cech dimainkan 41 kali.

Ia memang kebobolan 42 gol. Namun, kiper asal Republik Ceko itu mampu menciptakan 19 clean sheet. Total penyelamatan yang ia lakukan di Liga Premier Inggris dan Liga Champions pun mencapai 91 kali.

Laga: 41
Kebobolan: 42
Clean Sheet: 19
Saves (Liga+Liga Champions): 91
Saves per Gol (Liga+Liga Champions): 2,4
Penalties Saved (Liga+Liga Champions): 0/2
Distribution accuracy (Liga+Liga Champions): 61%

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan