Duel Antarlini PBFC Vs Persib Bandung

Pusamania dan Persib sama-sama membidik tiga angka setelah bermain imbang di pertandingan pertama.

Diterbitkan 07 Mei 2016, 11:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Zulkifli Syukur vs Tony Sucipto

Zulkifli dan Tony bakal unjuk kebolehan di laga PBFC vs Persib. Dua pemain ini merupakan salah satu yang terbaik di posisi bek sayap.

Zulkifli merupakan rekrutan anyar PBFC yang didatangkan dari Mitra Kukar. Dia adalah pemain yang berposisi sebagai bek kanan.

Tugas bek sayap adalah memotong serangan lawan dan mematikan pergerakan pemain sayap lawan. Tapi dalam situasi tertentu, posisi ini juga merupakan senjata untuk menyerang lewat umpan silang maupun tusukan ke kotak penalti.

Zulkifli adalah tipe pemain yang memiliki dua kemampuan itu. Selain sangat disiplin dalam bertahan, mantan bek Arema Cronus ini juga sering membantu serangan.

Karenanya sering terlihat Zulkifli kerap berada di sektor pertahanan lawan ketimbang di daerahnya. Kemampuan ini sangat menguntungkan bagi PBFC, mengingat Zulkifli juga memiliki kemampuan mengirimkan umpan silang yang ciamik ke kotak penalti. Tak hanya itu, Zulkifli juga memiliki kelebihan lain, yakni eksekusi tendangan bebas yang aduhai.

Berbeda dengan Zulkifli, Tony adalah tipe bek sayap yang lebih cenderung konsentrasi bertahan. Meski juga tak menutup kemungkinan, eks-bek Sriwijaya ini maju hingga ke depan untuk mengirim umpan silang kepada striker Maung Bandung.

Namun, jika dibandingkan dengan Zulkifli, Tony tampak lebih disiplin. Sulit sekali melewati penjagaan dari Tony bagi pemain-pemain sayap lawan.

Kemampuannya inilah yang membuat Tony sulit sekali disingkirkan dari skuat utama Persib. Bahkan, Jajang Sukmara yang juga merupakan bek sayap hebat lebih sering duduk dibangku cadangan karena kalah saing dengan Tony.

Ponaryo Astaman vs Kim Jeffrey Kurniawan

Kim dan Ponaryo adalah dua gelandang yang berasal dari generasi berbeda. Kim yang saat ini berusia 26 tahun terpaut 10 tahun dari Ponaryo yang sudah menginjak usia 36 tahun.

Meski lebih senior bukan berarti Ponaryo telah mengalami penurunan performa. Pengalaman yang dimiliki Ponaryo inilah yang menjadi unggulan ketimbang Kim.

Gelandang yang sempat berseragam Persija Jakarta ini merupakan tipe gelandang bertahan yang juga merangkap sebagai playmaker. Posisi ini biasa disebut deep-lying playmaker dalam istilah sepak bola.

Deep-lying playmaker adalah tipe gelandang yang bertugas ganda menjaga kedalaman pertahanan serta  pengatur awal serangan. Oleh sebab itu, Ponaryo lebih sering terlihat konstan bermain di lingkar tengah lapangan ketimbang tipe gelandang lain.

Berbeda dengan Ponaryo, Kim adalah tipe gelandang yang sangat rajin bergerak di lapangan. Kim bermain seperti tidak ada posisi yang pasti.

Dia akan terus mengejar bola meski hingga ke pinggir lapangan. Tak hanya itu, Kim juga tak sungkan untuk menusuk hingga kotak penalti lawan untuk mengirimkan umpan atau bahkan melepaskan tembakan langsung demi menciptakan gol.

Pedro Javier vs Samsul Arif

Duel penyerang impor dan lokal juga akan menjadi sorotan menarik pada laga PBFC vs Persib. Duel itu akan mempertemukan bomber asal Paraguay, Pedro Javier melawan juru gedor asal Bojonegoro, Samsul Arif.

Kedua penyerang juga memiliki perbedaan yang tampak terlihat setiap bermain. Pedro akan lebih sering berada di kotak penalti lawan, sementara Samsul bermain sebagai penyerang sayap kanan di Maung Bandung.

Untuk Pedro, mantan penyerang Surabaya United ini memiliki postur tubuh yang kukuh dan tinggi 183cm. Sangat idel bagi tipe striker yang akan sering beradu kontak fisik dengan bek tengah lawan yang biasanya juga memiliki fisik serupa.

Penyerang berusia 32 tahun ini sempat menjadi andalan di Persija Jakarta pada tahun 2011. Saat itu dia mencetak 16 gol dari 27 laga bersama Macan Kemayoran.

Namun, belakangan Pedro tampak kesulitan untuk menemukan kembali ketajamannya. Bersama PBFC, Pedro juga belum menyumbangkan satu gol pun.

Hal ini tentu berbeda jauh dengan performa ciamik yang dimiliki Samsul Arif beberapa waktu belakangan. Ya, mantan penyerang Arema itu sempat menjadi pembicaraan usai menggondol gelar top scorer Piala Bhayangkara dengan raihan empat gol.

Samsul adalah senjata baru bagi Persib. Pemain yang sangat rajin melewati lawan ini selalu merepotkan apabila tidak mendapatkan perhatian khusus. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah berat bagi lini belakang PBFC untuk mematikan pergerakan Samsul jika pemain mungil ini tidak mau mencetak gol pada laga nanti. (Yosef Deny Pamungkas)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan