Cerita 'Si Bola Karet', Legenda Bulu Tangkis Indonesia

Lius Pongoh adalah salah satu tumpuan bulu tangkis Indonesia di berbagai turnamen dunia.

Diterbitkan 27 April 2016, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Hidup Mandiri

Lius seperti "iri" melihat ratusan anak-anak unjuk kemampuan di ajang pencarian bakat di Audisi Umum PB Djarum. "Zaman dulu tak ada ajang seperti ini. Latihannya di klub saja," kata Lius memulai cerita soal perjalanan kariernya.

Terlebih, kata Lius, taraf hidup orang tuanya tergolong biasa. Kehidupan ekonomi mereka jauh dari kata cukup. Lius adalah putra sulung dari pasangan Darius Pongoh dan Kartini.

"Dulu orangtua mendidiknya bagaimana supaya anak yang paling besar segera keluar dari rumah," tuturnya.

"Apalagi saya anak laki yang paling besar harus cepat keluar supaya bisa  ngurusin anak lainnya."

Didikan orangtuanya yang mengharuskan Lius hidup mandiri juga diterapkan ketika ia berlatih bulu tangkis. Lius kecil yang tinggal di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tak pernah ditemani berangkat berlatih atau dijemput jika pulang latihan dari Kota malam-malam. "Pokoknya nggak boleh cengeng," ujarnya.

Ikut Turnamen

Lius mengenal bulu tangkis dari ayahnya sejak sangat kecil, ketika masih berumur 3 tahun. Ayahnya sendiri yang melatihnya hingga umur 10 tahun. "Dari tidak bisa mukul sampai bisa memukul bola dengan benar."

Orangtuanya kemudian mengarahkannya untuk dibina di klub. Dan, klub pertamanya bernama PB Anggara, kemudian pindah ke klub Garuda Jaya.

Lius berpindah klub lagi ke PB Tangkas di mana ayahnya menjadi pelatih sejak tahun 1968. Ia mulai mengikuti kejuaraan dari tingkat wilayah hingga provinsi DKI Jakarta.

Lius mengikuti pendidikan di Sekolah Olahraga, SMA Ragunan dari tahun 1977 hingga 1980. Semasa sekolah ia kerap mengikuti turnamen domestik.

Ia pertama ikut turnamen di luar negeri pada 1977 bersama Bobby Ertanto, Hadi Bowo, Ivana Lie di Genting Highland, Malaysia. Ia berhasil menjadi juara ganda putra bersama Bobby Ertanto.

Selepas pensiun dari arena bulu tangkis, ia sempat bekerja di salah satu bank milik pemerintah daerah. Ia juga sempat menjadi pengurus PBSI dan menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi.

Pada 2010, Lius mundur dari PBSI dan bergabung dengan PB Djarum di awal Februari 2011. Di klub ini ia menjabat sebagai administrasi dan Operational Support Coordinator.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Windi Wicaksono, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan