Rahasia 3 Dekade Kisah Penculikan Johan Cruyff

Rahasia besar dalam sepak bola. Sempat tersimpan rapat selama 30 tahun, hingga si pelaku utama membeberkan ke publik.

Diterbitkan 30 Maret 2016, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski belum diketahui motif penculikan, tapi kejadian malam tersebut membuat Cruyff cemas akan keselamatan keluarganya. Demi keluarga, Cruyff rela meninggalkan Piala Dunia 1978. Hal itu telah membuat sudut pandangnya berubah, termasuk sepak bola.

"Adakalanya, dalam hidup ini ada nilai-nilai lain," kata dia. Ayah dari pemain sepak bola Jordi Cruyff ini terguncang dengan peristiwa tersebut hingga memutuskan mundur dari PD 1978. "Untuk pergi ke Piala Dunia, Anda harus menyiapkan diri 200 persen," katanya.

Piala Dunia Terakhir

Cruyff sadar, PD 1978 menjadi kesempatan terakhir tampil di perhelatan akbar sekelas Piala Dunia. Pria kelahiran Amsterdam, 25 April 1947 ini tidak merinci motif utama si penculik berdasarkan investigasi Kepolisian. Apapun itu, kepentingan keluarga berada di atas segala-galanya."Ini adalah saat yang tepat untuk meninggalkan sepak bola dan saya tahu tidak bisa bermain di Piala Dunia setelah ini."

Pada dekade 1970-an penculikan terhadap tokoh-tokoh dunia--dan menimpa Cruyff--menjadi isu universal ketika itu. Banyak motif melatarbelakangi tindak kriminal ini. Mulai dari alasan politis hingga meminta uang tebusan. Penculikan terhadap pesohor dunia menjadi trend kejahatan dunia.

Graham Hunter, seorang komentator sepak bola di Barcelonba mengatakan, Cruyff masuk kriteria sasaran penculik. Sebagai pesepakbola, Cruyff elegan, visioner dan menembus batas. Sewaktu masih aktif bermain, Cruyff menjadi pemain terbaik dunia tiga kali 1971, 1973, dan 1974. "Dia menempati peringkat ketiga di antara pemain terbaik yang pernah ada setelah Pele dan Maradona."

Peristiwa percobaan penculikan ini telah mengubah hidup Cruyff. Setahun setelah itu, Cruyff  meninggalkan Barcelona. Dia menuju klub Major League Soccer (MLS) untuk memperkuat Los Angeles Aztecs. Juru bicara Cruyff, Joan Patsi telah mencium gelagat tidak beres kliennya, yang meminta perlindungan kepolisian. "Karena memang, dia mendapat ancaman. Alasan lain tidak pergi ke Piala Dunia adalah, dia tidak berada dalam kondisi terbaik setelah kejadian itu."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan