[KOLOM] Blue Bird Vs Claudio Ranieri

The Thinkerman, julukan Claudio Ranieri, melekat karena alasan buruk.

Diterbitkan 27 Maret 2016, 12:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
“Ranieri baru memenangi 5 piala tak berarti dan dipecat 7 kali sepanjang karirnya.”
Dailymail

Pelecehan itu masih berlanjut bahkan sampai hari ini saat Leicester City menjadi keajaiban musim 2015-16. Memimpin 5 poin dari Tottenham Hotspur di peringkat kedua belum cukup bagus. Hanya kalah 2 kali dari Arsenal – plus 1 kali dari Liverpool, belum menghapus keraguan publik.

Skysports, bulan lalu masih berani menurunkan tulisan yang under estimate –  “Why can’t Leicester win the League?” – dengan menuliskan sederet alasan kenapa The Foxes dianggap masih bisa terpeleset di pekan-pekan ke depan terakhir.

Tapi Ranieri menanggapi santai, khas pelatih 64 tahun yang memang dikenal santun. “Sejauh ini perjalanan kami menyenangkan, kenapa harus terbebani? Nikmati saja..,” jawabnya. “Kali ini saya berharap prediksi pengamat benar, tapi dalam hal ini saya sangat pragmatis. Beri kami poin, bukan pujian. Kami ingin terus bermimpi. Please jangan bangunkan kami dari mimpi indah ini...”
Kemampuan Leicester City untuk jadi juara Liga Primer Inggris tahun ini masih diragukan banyak pihak. (Reuters)
Ranieri harus membuktikan timnya bisa juara – dan mengalahkan bursa taruhan 5000:1 – untuk membalikkan reputasinya sebagai manajer buruk. Tujuh pekan menegangkan yang akan sangat menentukan seperti apa citra akhir karir kepelatihannya.

Sayang, masalahnya tak ‘semudah’ itu bagi Blue Bird. Diperkirakan akan butuh waktu amat sangat lama untuk mengembalikan keperkasaan sang pemimpin pasar di mata publik.

Menggratiskan taksi sehari setelah insiden harus diapresiasi, tetapi butuh aksi yang lebih hakiki untuk mengobati kecewa dan marah di hati konsumen. Misalnya bisa dimulai dengan mengurangi keuntungan dengan menambah pendapatan sopir dan keluarganya. Alasan ekonomis yang sesungguhnya menjadi akar persoalan unjuk rasa anarkis itu.

Siapa tahu kemurahan hati itu membuka kembali simpati yang lebih abadi...

*@angrydebritto | upstair room | awal Tri Hari Suci

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan