MotoGP di Indonesia Masih Sebatas Angan

Sentul ditolak, Presiden dan Kementrian terkait meminta gelaran MotoGP dikaji ulang.

Diterbitkan 30 Januari 2016, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mengenai sirkuit di Palembang, Ketua KOI Erick Thohir belakangan juga tidak memberikan restu karena sirkuit tersebut kekurangan lahan.

Mahalnya gelaran MotoGP di Indonesia membuat Mentri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Mentrik Koordinator Bidang Pembangunan dan Kemanusiaan (PMK), Puan Maharani meminta Kemenpora mengkaji ulang rencana untuk menggelar MotoGP di Indonesia.

"Lalu, keuntungannya apa dengan mengeluarkan uang sekian ratusan miliar tupiah, benefit-nya apa? Semuanya harus dengan data yang konkret," ujar Gatot menyinggung hasil rapat di Gedung Kementrian PMK Jumat (29/1/2016) kemarin.

Berharap Peran Swasta

Sementara itu, Direktur Sentul Tinton Soeprapto belum mau menyerah soal kemungkinan Indonesia menjadi salah satu tuan rumah dalam kalender MotoGP.

Ayah dari mantan pembalap nasional Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto ini masih berharap peran swasta menyusul sikap pemerintah agar Sentul dan MotoGP di Indonesia dikaji ulang. 

Tinton menegaskan, pihaknya sama sekali tidak pernah meminta APBN (Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Negara) untuk merenovasi sirkuit Sentul. Renovasi Sentul menggunakan dana dari swasta. "Sentul tidak pakai dana APBN. Sifatnya sewa. APBN masuk swasta itu tidak mungkin," kata Tinton ketika dihubungi Liputan6.com, Rabu (27/1/2016).

"Saya hanya menawarkan saya punya sirkuit. Mau dipakai ya terserah. Tapi tolong diperbaiki. Kalau ada yang perbaiki sifatnya sewa. Kalau tidak bisa, kami akan perbaiki sendiri. Murni swasta," ujar Tinton.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan