Versi Valentino Rossi
"Saya tidak ingin membuat Marquez terjatuh dan saya juga sama sekali tidak menendangnya," ujar Rossi dilansir Crash.
"Jika Anda melihat pada gambar, seperti yang saya lakukan di Race Direction, bingkai demi bingkai dan Anda melihat dari helikopter. Helikopter adalah tempat di mana Anda bisa melihatnya lebih jelas sebab dari sudut yang terlihat sepertinya saya telah menendangnya," beber pembalap 36 tahun itu.
Meski demikian, Rossi tidak membantah bila dia memang sengaja menghambat laju Marquez. Dia ingin Marquez melebar sehingga dia tidak punya penghalang untuk menempel Lorenzo. Rossi mengaku tidak ingin mengulang insiden seri sebelumnya di mana Marquez juga berusaha memperlambat laju motornya demi memberikan ruang bagi Lorenzo untuk melaju sembari menghalangi Rossi mendekat.
"Jika Anda lihat dari helikopter dalam gerak lambat, itu akan sangat jelas bahwa saya melebar. Saya tidak katakan saya mengambil tikungan secara normal--saya ingin mendekati dia, melambat dan membuatnya kehilangan waktu. Sebab hanya itu yang bisa saya lakukan, karena di setiap saya mengerem dia berusaha melewati saya, melambat di tikungan dan bagi saya dia tidak berupaya membetot gasnya."
"Ketika saya melambat, melambat, melambat, dan saya memotong jalurnya, kami bersenggolan. Dia menambrak saya dengan setangnya, dan itulah yang membuatnya jatuh. Dia membuka setang di kaki saya, dan itu yang membuatnya jatuh," sambung pembalap kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 itu.
Rossi juga menjelaskan saat dia mengangkat kakinya dari pijakan motor, Marquez sudah terjatuh. "Pertama-tama, jika saya ingin menendangnya, saya bisa melakukan itu 20-30 meter sebelumnya sebab saat itu kami sudah sangat dekat. Lagipula, walaupun Anda menendang pembalap MotoGP, dia tidak akan terjatuh karena motornya sangat berat, punya banyak grip," beber Rossi.
"Dia baru saja menyentuh saya dengan setangnya dan terjatuh. Jadi saya sangat kecewa untuk penalti tiga poin," sambungnya.
Sebelum insiden terjadi, Rossi sempat dua kali menoleh ke arah Marquez. Dia pun menjelaskan bahwa, dia ingin memperingatkan Marquez. "Saya melihatnya lima sampai enam kali di lap pertama. Saya lihat ke dia untuk bilang, 'Apa yang kau lakukan?' Kenapa kau lakukan ini lagi?'," jawab Rossi.
Sikap Pengawas Lomba
Setelah melalui investigasi, pengawas lomba akhirnya menyatakan Rossi bersalah atas kejadian tersebut. Pembalap Italia itu dikenai pemotongan tiga poin dan harus start dari posisi paling buncit di balapan berikutnya di Valencia, Spanyol. Hukuman ini membuat peluangnya sulit menjadi juara dunia. Apalagi, rekan setim yang menjadi rival terdekatnya, Jorge Lorenzo kini hanya berjarak 7 poin. (Rco/Bog)
Baca Juga
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/358162/original/014326800_1521191196-28468796_10215322228518340_1667268567176383478_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1032333/original/026185600_1445794617-PA1823738.0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/225/original/035002800_1521188792-bsr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1315827/original/063517600_1470995086-063483900_1469996288-Marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1277196/original/022745400_1467176307-rosii.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8319326/original/066926200_1782187594-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262486/original/089294900_1781817493-000_B7KZ4JN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258677/original/006830300_1781400870-000_B6Z639C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262977/original/095515100_1781855197-20260616HK_Latihan_Timnas_Prancis_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262514/original/049328500_1781828863-Canada_s_Jonathan_David__left__and_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8275504/original/022503000_1782129376-Untitled-1-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543854/original/047623400_1775037125-000_999V67P.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7962187/original/051613400_1780798712-marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5142816/original/060417800_1740473277-000_36X43UV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5670074/original/050661700_1778435827-Ai_Ogura_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7523301/original/086606500_1780296404-marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289135/original/095804000_1753030449-marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7936980/original/019375900_1780771622-000_B68G73H.jpg)