Jatuh Bangun Persib di Gelora Bung Karno

Emosi bobotoh kerap naik turun saat saksikan tim kesayangan Persib "Maung Bandung" tampil di SUGBK.

Diterbitkan 16 Oktober 2015, 07:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada final 1983, PSMS Medan, tim yang sudah 8 tahun puasa gelar berhasil memaksa Persib melalui babak adu penalti usai bermain tanpa gol hingga babak tambahan.  Maung Bandung akhirnya menyerah setelah hanya mampu menceploskan dua gol ke gawang PSMS yang dikawal oleh kiper legendaris Ponirin Meka. PSMS pun keluar sebagai juara dengan skor 3-2.

Kebencian pendukung Persib kepada Ponirin Meka semakin menjadi pada final Piala Perserikatan 1985. Saat itu, GBK disesaki 150 ribu penonton yang kebanyakan adalah pendukung Persib. Menurut sebuah buku yang diterbitkan AFC empat tahun kemudian, duel PSMS vs Persib ini mencatatkan rekor penonton terbesar di dunia untuk sebuah laga amatir.

Duel kembali berakhir imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu sehingga harus digelar adu penalti untuk menentukan pemenangnya. Ponirin Meka kembali tampil gemilang dalam membendung algojo-algojo Persib. PSMS pun unggul 2-1 dan berhasil mempertahankan gelar juara. Sedangkan para pendukung Persib harus pulang dengan kepala tertunduk.

Setahun kemudian, Maung Bandung baru benar-benar berpesta di GBK setelah mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 di babak final. Gelar yang sama kembali diraih Persib di era 1989/90 dan 1993/94. (Momen-momen final Persib di GBK selengkapnya, lihat di grafis halaman 1). (Rco/Def)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan