Gerrard Ucapkan Salam Perpisahan untuk Suporter Liverpool

Bagi Gerrard, suporter Liverpool adalah yang terbaik di dunia.

Diterbitkan 17 Mei 2015, 02:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Liverpool - Kapten Liverpool, Steven Gerrard, menjalani laga terakhirnya di Stadion Anfield sebelum hengkang akhir musim ini. Sayang, pertandingan perpisahan itu tak berjalan mulus, Liverpool takluk 1-3 dari Crystal Palace, Sabtu (17/5/2015).

Usai pertandingan, Gerrard mendapat kesempatan berbicara di depan publik Anfield untuk yang terakhir kalinya sebagai pemain Liverpool. Gerrard mengaku sedih tak lagi bisa bermain di depan pendukung Liverpool yang fanatik.

"Saya benar-benar hancur, karena saya tidak akan bermain di depan pendukung seperti ini lagi," ungkap Gerrard di tengah-tengah publik Anfield, seperti dilansir situs resmi Premier League.

"Pendukung yang berdiri di sekeliling saya melebihi apapun. Saya telah bermain di depan suporter di seluruh dunia, dan kalian adalah yang terbaik," sambungnya.

Menurut Gerrard, suporter Liverpool adalah yang terbaik di dunia, dengan semua semangat yang ditularkan. Pemain berusia 34 tahun ini mengungkapkan betapa dia akan kehilangan banyak momen berharga setelah meninggalkan Liverpool.

"Saya sudah takut saat-saat ini terjadi, alasannya adalah karena saya akan kehilangan begitu banyak hal di sini," tutur mantan kapten Timnas Inggris ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Klasemen Moto3 2026: Gagal Finis di Assen, Veda Ega Pratama Melorot

Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Steven Gerrard adalah eks pemain sepak bola yang pernah membela beberapa klub. Kini, ia menjadi seorang pelatih di Aston Villa
    Steven Gerrard adalah eks pemain sepak bola yang pernah membela beberapa klub. Kini, ia menjadi seorang pelatih di Aston Villa
    Steven Gerrard
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool