6 Pemain Voli Cantik di Proliga 2015

Novriali Yami, Yolla Yuliana, dan Maya Kurnia Indri Sari adalah beberapa pemain voli cantik yang tampil di Pertamina Proliga 2015.

Diterbitkan 30 Maret 2015, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dengan tinggi 176 cm, Wilda bermain sebagai seorang quicker (smes bola dengan umpan-umpan cepat). Selain garang dengan smes-smes cepatnya, Wilda juga cekatan dalam memblok smes-smes pemain lawan.

Meski berparas cantik dan bersuara merdu, mojang bandung ini tidak berniat berpikir beralih profesi. "Voli itu hobi, voli itu kekasih, sudah jadi bagian dari hidup, sudah nempel di hati. Voli itu sesuatu yang paling disayang selain Allah, orangtua dan pacar," kata Wilda seperti dikutip dari volimania.org.

Maya Kurnia Indri Sari

Maya Kurnia Indri Sari

Bakat Maya Kurnia Indri Sari sebagai pemain voli sudah terlihat sejak masih di kelas dua sekolah menengah atas. Berawal bermain di liga remaja di Gresik, ia kemudian diajak bergabung dengan klub Petrokimia Gresik. Ia bahkan sudah bergabung dengan padepokan voli Sentul, pusat pelatihan nasional tim nasional bola voli Indonesia, sejak berusia 15 tahun.

Dipercaya sebagai seorang quicker, Maya sempat memperkuat Indonesia di Kejuaraan Junior Asia 2006, Kejuaraan Asia 2007 di Thailand, dan SEA Games. Setelah tidak lagi memperkuat Petrokimia, Maya kemudian bermain untuk sejumlah klub di kompetisi bola voli Proliga. Klub-klub itu antara lain Surabaya Bank Jatim, Jakarta Popsipo Polwan, Manokwari Valleria Papua Barat, dan Jakarta Pertamina Energi. Untuk Pertamina Energi, klub ini dibawanya juara pada musim lalu.

Lailatul Aisyah

Lailatul Aisyah

Menjadi pemain voli bukanlah cita-cita Lailatul Aisyah. Meski Ismanto, guru olahraganya di sekolah menengah pertama, menyarankannya belajar voli, ia malah berhasrat menjadi model. Cita-cita Laila itu didukung teman-teman sekolahnya. Maklum, dara yang akrab disapa Aming ini memiliki tinggi 175 cm.

Namun, hasratnya menjadi soerang model ternyata banyak ganjalan. Laila pun akhirnya mengikuti saran sang guru dan bergabung dengan klub Petrokimia Gresik sekitar 2005. Setahun berlatih, ia naik jenjang ke tingkat senior. Tetapi, Laila belum bisa memperkuat Petrokimia di Proliga 2006 dan 2007 lantaran masih banyaknya pemain senior saat itu, seperti Dwi Sari Iswaningsih.

Ia baru mendapatkan kesempatan bermain di Proliga 2008. Dan hingga kini, Laila tetap setia mempekuat Petrokimia sebagai open spiker. Kalau sudah ada di lapangan, pemain yang punya usaha clothing ini tidak pernah mau kompromi terhadap lawan. Smes-smes kerasnya kerap menyumbang poin bagi Petrokimia. Sayang, ia gagal membawa Petrokimia ke final four Pertamina Proliga 2015.

Berllian Marsheilla

Berllian Marsheilla

Ramah dan selalu ceria. Itulah pembawaan Berllian Marsheilla di luar lapangan. Tetapi saat di dalam lapangan memperkuat Jakarta Electric PLN, sosoknya jadi serius dan dingin dalam mengkoordinir daerah pertahanan untuk menghalau smes-smes lawan.

Dunia bola voli sudah digeluti pemain kelahiran 22 Desember 1989 ini sejak masih duduk di sekolah dasar. Sheilla makin menekuni olahraga itu dengan masuk ke SMP dan SMA Ragunan. Berawal bermain di posisi open spiker, posisi Sheilla kemudian berubah menjadi all round spiker, quick spiker, dan hingga akhirnya cedera lutut memaksanya menjadi libero.

Sheilla tipe pemain yang setia. Ia selalu memperkuat Jakarta Electric PLN sejak tampil di Proliga. Musim ini, pemain yang bercita-cita menjadi penyiar televisi itu sukses membawa PLN lolos ke final four. Sheilla yang baru saja merintis biro perjalanan itu bertekad membawa PLN kembali menjadi juara.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan