Fiorentina vs Roma: 5 Orang yang Terkait dengan 2 Klub

Berikut ini lima pemain yang berkaitan dengan Fiorentina dan Roma

Diterbitkan 12 Maret 2015, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

David Pizarro

Berbeda dengan Ljajic, kisah pria asal Chile itu bersama Fiorentina dan Roma cenderung berjalan baik. Nama Pizarro melonjak ketika ia menjadi jantung permainan Udinese selama enam tahun dalam jangka 1999-2005 yang sempat dilatih Roy Hodgson.

Usai menjadi legenda di Stadion Friuli, pemain yang hanya bertingg 170 cm ini hengkang ke Internazionale. Namun saat di Giuseppe Meazza namanya kalah pamor dengan Juan Sebastian Veron dan bintang-bintang lainnya.

Pada Agustus 2006, 50 persen kontrak Pizarro dibeli oleh Roma dengan harga €6,5 juta. Di bawah kepemimpinan Luciano Spaletti, sang pemain kembali berkibar dan hanya butuh waktu enam bulan saja, Roma memutuskan untuk mempermanenkannya.

Semasa di Trigoria, kerjasamanya dengan Daniele De Rossi tak tergantikan dan itu membawanya ke trofi Supercoppa Italia dan dua Coppa Italia. Sempat memperkuat Manchester City, Pizarro ditransfer ke Fiorentina pada 9 Agustus 2012 dan tampaknya klub ini bakal menjadi klub terakhir pria 35 tahun tersebut.

Alberto Aquilani

Sempat dilabeli sebagai pemain berbakat Italia, sinar Alberto Aquilani melonjak ketika dia mengantarkan timnas U-19 menjuarai piala Eropa di tahun 2003.

Tiga posisi dikuasainya di lapangan hijau, mulai dari gelandang tengah murni, deep-lying playmaker sampai penyerang lubang. Visi, teknik dan penentuan timing operan merupakan beberapa keahlian yang dimilikinya plus Aquilani juga punya tembakan jarak jauh maut.

Pada musim 2005/2006, dia mencetak gol kedua derby della capitale dan itu membuat Roma meraih rekor kemenangan terbanyak beruntun di Serie A. Namun catatan ini pecah ketika Internazionale di bawah Jose Mourinho mendapatkannya di musim 2006/2007.

Setelah didapuk sebagai pemain masa depan Roma, ia mengalami keapesan lantaran mengalami cedera yang mengakibatkannya absen selama beberapa bulan. Setelah tampil lagi, pada 22 Oktober 2008 dia kembali cedera dalam laga kontra Chelsea dan baru kembali tiga bulan kemudian tetapi setelah itu ia absen lagi pada Januari 2009.

Setelah itu ia pindah ke Liverpool, Milan dan Juventus. Per 3 Agustus 2012, dia resmi berseragam Fiorentina dan pihak klub menyatakan kalau transfernya hanya bernilai €790 ribu saja. Pada 26 Januari 2014, Aquilani mendapatkan hat-trick pertamanya sepanjang karier kontra Genoa di mana skor akhir menunjukkan angka 3-3.

p> 

Vincenzo Montella

Memang semasa kariernya sebagai pemain, Montella tidak pernah berseragam Fiorentina. Akan tetapi pria yang selalu merayakan golnya dengan membentangkan dua tangannya bagaikan pesawat terbang itu akhirnya berjodoh dengan Viola.

Ceritanya bermula ketika eks juru gedor Sampdoria itu gantung sepatu pada 2 Juli 2009. Dua tahun menimba ilmu kepelatihan, Montella akhirnya dipercaya untuk menjadi pelatih sementara Roma. Akan tetapi potensinya sebagai juru taktik tak begitu tereksplorasi semasa di Trigoria.

Musim 2011/2012, pria yang sekarang berusia 40 tahun tersebut dilantik oleh Catania. Bersama Si Gajah lah Montella menarik perhatian publik karena saat itu statusnya merupakan pelatih termuda di Serie A.

Dengan mengandalkan pemain seadanya, Montella sukses menyulap Catania menjadi batu sandungan bagi klub-klub besar. Juventus ditahan imbang 1-1 dan Internazionale disikat 2-1. Pendekatan strategi menyerang dan kegilaannya akan formasi 4-3-3 membuat nama Montella kembali diperhitungkan.

Berangkat dengan membawa Catania ke peringkat 11 di musim yang sama, pria yang sempat bersitegang dengan Fabio Capello semasa di Roma itu akhirnya hijrah ke Fiorentina.

Memang prestasi terbagus Montella bersama Viola hanyalah runner-up Coppa Italia edisi 2013/2014 akan tetapi seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuan, Montella diyakini bakal menjadi pelatih masa depan Italia.

Gabriel Batistuta

Ketika anda menanyakan apa arti Gabriel Omar Batistuta kepada seorang suporter Fiorentina mereka akan memberikan jawaban bermacam-macam. Ada yang menyebutnya sebagai Tuhan, Dewa, Legenda dan konotasi positif lain melekat kepada pria Argentina tersebut.

Di musim debutnya di Artemio Franchi, Batistuta mencetak 13 gol tetapi di musim depan Fiorentina harus terdegrdasi. Di musim berikutnya, Fiorentina kembali dan Batistuta meraih 26 gol selama semusim, ini membuatnya mendapatkan julukan baru yakni Batigol.

Pada 1998-2000, Batigol mulai gelisah karena Fiorentina tak kunjung mendapat scudetto. Di musim 1999/2000, Viola sempat tampil gila-gilaan tanpa Batigol yang kerap kali cedera. Namun akibat inkonsistensi permainan mereka harus puas dengan hanya berada di posisi tiga akhir musim.

Di awal 2000/2001, Batigol sudah gerah dan ia akhirnya ditransfer ke Roma. Di tahun perdananya di Trigoria pria yang sempat ingin memotong kakinya karena tak bisa menahan rasa sakit di kakinya itu akhirnya mendapatkan Scudetto. Tiga tahun di Roma, Batigol sempat memperkuat Internazionale dan menutup kariernya bersama Al Arabi.

 

Baca juga: 

Kembalinya Kejayaan Para 'Penari Tango' di Serie A

13 Fakta Menarik Jelang Fiorentina vs Roma

Jelang Fiorentina vs Roma, Rudi Garcia Tantang Pemain

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Deny Adi Prabowo , Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan