Siapa Kiper Paling Pantas Dijuluki "Spiderman" di ISL 2014?

Jadi siapa Spiderman sesungguhnya? berikut daftar statistiknya versi penyedia data statistik, LabBola. Anda setuju?

Diterbitkan 10 Maret 2015, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tidak heran bila Made kerap menjadi pilihan kiper di Timnas Indonesia. Made termasuk kiper yang dibawa ke Piala AFF 2014 lalu. Di timnas, Made menjadi rival utama Kurnia Meiga memperebutkan posisi penjaga gawang utama. 

Bila mampu mengantarkan Persib juara, bukan tidak mungkin dia bakal menambah koleksi 9 caps di Timnas.

Yoo Jae-hoon

Akibat peraturan pembatasan pemain asing dalam satu klub, Yoo Jae-Hoon memutuskan pindah dari Persipura Jayapura menuju Bali United Pusam di musim baru LSI 2015.

Suatu kerugian besar bagi tim Mutiara Hitam mengingat sejarah penampilan Jae-Hoon selama berkostum Persipura sangat konsisten. Kiper asal Korea Selatan tersebut berperan besar membawa Persipura selalu sukses menembus final LSI dalam empat tahun terakhir, di mana mereka berhasil meraih gelar juara pada tahun 2011 dan 2013.

Selain itu, bersama ayah dari Mandala Putra Yoo ini, Persipura menorehkan rekor sebagai tim Indonesia pertama yang menembus babak semifinal AFC Cup.

Bermain untuk tim sekelas Persipura yang selalu mendominasi laga, membuat statistik penyelamatan Jae-Hoon memang tidak sebanyak tiga kiper semifinalis LSI lainnya. Total ia membukukan 59 penyelematan dari 23 laga, namun di sini letak keunggulannya sebagai penjaga gawang, yakni dalam hal fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan.

Musim lalu, pemain yang sempat ditawari untuk dinaturalisasi ini tercatat hanya kebobolan 20 gol dengan 11 pertandingan tanpa kebobolan, statistik yang hanya kalah dari Kurnia Meiga (Arema Cronus).

Deniss Romanovs

Secara keseluruhan, jika membandingkan statistik keempat penjaga gawang dan mempertimbangkan pencapaian secara tim, bisa disimpulkan Deniss Romanovs penjaga gawang dengan performa terbaik selama kompetisi LSI 2014.

Eks-pemain Dinamo Bucharest tersebut memiliki rata-rata terbaik dalam hal jumlah penyelamatan, intersep, dan sapuan per pertandingan. Di samping itu PBR yang pada musim 2013 hampir terdegradasi, mampu ia bawa hingga fase semifinal.

Nama penjaga gawang asal Latvia ini sebelumnya cukup asing di telinga pencinta sepak bola Tanah Air. Namun, setelah performa apiknya musim lalu, Deniss Romanovs pantas dinobatkan sebagai kiper terbaik Indonesia Super League (ISL) musim 2014.

Angka-angka statistik tidak dapat berbohong, kiper berusia 36 tahun itu mencatatkan rata-rata 3,6 penyelamatan per pertandingan, catatan terbaik dari seluruh kiper di ISL. Tentu, hal tersebut menjadi salah satu preseden positif, PBR mampu diunggulkan mampu menembus semifinal ISL 2014.

Praktis, performa Romanovs mampu menutupi pemain bertahan PBR yang kurang bersinar. Meski kebobolan 27 gol, pemain dengan postur 187cm ini juga rata-rata melakukan 1 intersep dan 1,4 sapuan per pertandingan. Itu merupakan rataan tertinggi di kompetisi LSI musim lalu sekaligus menjadikan Romanovs sebagai penjaga gawang komplet, kuat saat situasi bola atas maupun kondisi satu lawan satu.

Salah satu penampilan terbaiknya musim lalu adalah di fase delapan besar. Secara mengejutkan PBR memenangkan derby Bandung dengan skor 2-1. Pada laga yang didominasi Persib Bandung tersebut, Romanovs melakukan delapan penyelamatan gemilang untuk kemudian membawa PBR lolos ke semifinal ISL 2014.

Grafis

Berikut grafis empat kiper yang pantas dijuluki Spiderman di kancah ISL musim 2014 lalu.

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/825086/original/002566300_1425942203-2014_BEST_KEEPER-01.jpg

(Sornong Maulana/Labbola)

Baca juga :

6 Pemain Real Madrid Bergaji Tertinggi Musim Ini

11 Pemain Terbaik Versi Ronaldinho

Dianggap Melecehkan Wanita, Sponsor PBFC Jadi Sorotan Dunia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan