5 Mutiara Maluku Warnai Ingar Bingar ISL

Tidak sedikit dari mereka melanglang buana hingga ke Mancanegara untuk menempa ilmu sepakbola.

Diterbitkan 04 Maret 2015, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Maluku, tempat indah di bagian Timur Nusantara. Kepulauan yang terhampar di antara Laut Seram dan Laut Banda. Propinsi yang diapit oleh dua pulau besar, Sulawesi dan Papua.

Wilayah Kepulauan itu ternyata tidak hanya menyimpan keindahan alam yang eksotis, tetapi juga menyimpan talenta-talenta sepakbola Tanah Air. Selain Papua, Maluku juga menjadi tempat kelahiran bintang berbakat yang menghiasi sepak bola Indonesia dari generasi ke generasi.

Rochi Putiray, Chairil Anwar, Raymond Hattu, Rahel Tuasalamony hingga Ricardo Salampessy mungkin tidak asing di telinga pencinta sepak bola dalam negeri. Mereka semua adalah pesepak bola yang lahir dan berkembang di Maluku.

Meski tidak banyak klub profesional dari Maluku, tidak menghalangi niat dan semangat para pemain keturunan Maluku untuk berjaya di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Deretan pelatih yang sempat menukangi Timnas Indonesia memberi peluang besar bagi para bintang asal Maluku berprestasi di Lapangan Hijau.

Bahkan, tidak sedikit dari mereka melanglang buana hingga ke Mancanegara untuk menempa ilmu sepakbola. Di ISL 2014 lalu, setidaknya terdapat lima nama pemain Maluku yang bersinar musim lalu.

Siapa saja mereka, berikut ulasannya>>

Ramdani Lestaluhu

Rizky Ramdani Lestaluhu

Ramdani Lestaluhu masih merumput untuk Persija Jakarta. Dia sudah memperkuat Macan Kemayoran sejak 2007, meski pernah semusim di tahun 2013 membela Sriwijaya FC.

2014 menjadi tahun puncak Ramdani di Persija. Meski gagal membawa tim ibukota lolos ke Babak 8 Besar, performan yang konsisten mampu menarik perhatian Aji Santoso untuk memanggilnya ke tim nasional (timnas) U-23 yang berlaga di Asian Games, dilanjutkan dengan pemanggilan ke Timnas senior asuhan Alfred Riedl di AFF 2014.

Musim lalu, Ramdani bermain18 kali (17 kali sebagai starter dan sekali sebagai pengganti) untuk Persija. Dia bermain di sektor sayap, Ramdani menunjukkan kualitasnya, terlibat dalam 12 gol (mencetak 8 gol dan memberi 4 assist) atau 44% dari keseluruhan gol Persija musim lalu. Jika dirata-rata, Ramdani mencetak satu gol dalam waktu 188 menit.

Pelatih Persija musim lalu, Benny Dollo, lebih gemar memainkan Ramdani sebagai inverted winger. Hal itu nampak jelas dari kebiasaan Ramdani yang lebih suka melakukan tembakan ketimbang mengirim umpan silang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Rata-rata Ramdani menciptakan satu kali tembakan setiap pertandingan dengan akurasi mencapai 60%. Di sisi lain, pemain kelahiran Tulehu, 5 November 1991 ini hanya mencatat 0,25 umpan silang per pertandingan, dengan rasio kesuksesan hanya 20%.

Halaman
Show All
Antonius Hermanto, Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan