5 Penyebab Kegagalan Timnas U-19 di Piala Asia

Pupus sudah mimpi rakyat Indonesia untuk melihat Timnas Indonesia U-19 berlaga di Piala Dunia U-20 tahun 2015.

Diterbitkan 13 Oktober 2014, 05:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Permainan Monoton

Sejak menjuarai AFF Cup U-19 di Sidoarjo, tahun lalu hingga saat ini, pelatih Indra Sjafri hanya mengandalkan formasi 4-3-3. Indra hanya mempercayai pemain yang pernah tampil di AFF Cup U-19 dan babak kualifikasi AFC Cup U-19.

Indra selalu mengandalkan Evan Dimas sebagai pengatur irama permainan Garuda Muda. Sang pelatih juga lebih sering mengandalkan Muchlis Hadi, Maldini Pali dan Ilham Udin di lini depan.

Pola permainan Garuda Jaya pun sangat monoton, yakni mengandalkan kecepatan dari sektor sayap kemudian melepaskan umpan ke kotak penalti lawan dengan harapan ada Muchlis Hadi dan Evan Dimas yang melakukan finishing.

Taktik itu tentu sudah bisa ditebak oleh lawan. Dilihat dari hal itu, Timnas U-19 minim kreativitas.

Lini Pertahanan Rapuh

Berniat menciptakan tim yang handal dalam melakukan serangan, tampaknya Indra melupakan betapa pentingnya memperkuat sektor pertahanan.

Dari dua laga Timnas U-19 di AFC Cup U-19 Grup B, tampak sangat jelas pertahanan Garuda Jaya sangat lemah saat mengantisipasi serangan balik. Sebab, ketika dalam posisi menyerang, hanya ada dua pemain, Hansamu Yama dan Sahrul Kurniawan yang berada di sektor pertahanan. Dua bek sayap Timnas U-19,  Fathurohman dan Putu Gede sering membantu serangan.

Selain itu, hanya ada satu pemain bertahan Timnas U-19 yang bertubuh jangkung, Hansamu. Hal itu membuat Garuda Jaya kesulitan dalam mengantisipasi bola-bola atas.

Baca juga:

La Nyalla: Kegagalan Timnas U-19 Tanggung Jawab PSSI

"Permainan Timnas U-19 Masih Monoton!"

Gagal di AFC Cup U-19, Indra Sjafri: Indonesia Harus Bersyukur

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan