Uzbekistan, Lawan Timnas U-19 yang Lemah Antisipasi Kecepatan

Uzbekistan memiliki postur yang lebih tinggi dari pemain Indonesia, tapi mereka juga memiliki kelemahan.

Diterbitkan 10 Oktober 2014, 07:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 sudah menemui lawan berat di laga perdana Grup B AFC Cup U-19 di Myanmar. Mereka akan menghadapi Uzbekistan pada Jumat (10/10/2014).

Dari tiga ajang terakhir AFC Cup, White Wolves (sebutan Uzbekistan) selalu lolos ke babak kedua. Bahkan, pada 2010 dan 2012, Uzbekistan lolos ke babak kedua dengan status sebagai juara grup.

Prestasi terbaik Uzbekistan di ajang dua tahunan ini, yakni mencapai babak final pada tahun 2008. Ketika itu, mereka kalah 1-2 dari Uni Emirat Arab (lawan Timnas U-19 pada 14 Oktober mendatang).

Selain tim yang langganan lolos ke babak kedua, White Wolves juga memiliki postur yang lebih tinggi dari Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan. Pelatih Uzbekistan, Ravshan Khaydarov pasti sudah memahami kelebihan timnya yang bisa dimanfaatkan untuk menghadapi Timnas U-19.

http://cdn0-e.production.liputan6.static6.com/medias/672641/original/Timnas+U-19+%28foto+9%29.jpg

Meski unggul dalam postur tubuh, ternyata Bobir Davlatov dan kawan-kawan lemah dalam menghadapi tim yang mengandalkan kecepatan. Buktinya terjadi pada Agustus silam. White Wolves kalah mengenaskan dari Albania di dua laga uji coba, yakni 0-7 dan 0-5.

Kyarmanov mengakui kalau timnya sangat mewaspadai kecepatan yang dimiliki tim asuhan Indra Sjafri di pertandingan nanti. Kecepatan Timnas U-19 dari sektor sayap bakal mendapat perhatian khusus.

"Memang postur tubuh mereka (Timnas U-19) lebih pendek dari kami. Tapi kecepatan mereka sangat cepat dan kami waspadai," singkat Kyarmanov.


Baca juga:

Jadwal Timnas U-19 di AFC Cup U-19 2014Kisah Pengiriman Uang untuk Timnas Ghana akan DifilmkanSambut GP Jepang, Valentino Rossi Lupakan Insiden Horor di Aragon

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Piala Dunia 2026: Empat Final Potensial yang Menawarkan Cerita Berbeda

Cakrayuri Nuralam, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan