Sukses

Sriwijaya Juarai Copa Dji Sam Soe 2007

Sriwijaya FC tampil sebagai juara baru Copa Dji Sam Soe 2007 setelah dalam partai pamungkas di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (13/01/2008) mengalahkan Persipura Jayapura 3-0 lewat adu penalti. Sebelumnya, selama 120 menit kedua tim bermain imbang 1-1 (0-1).

Tim favorit, Sriwijaya FC, tampil sebagai juara Copa Dji Sam Soe 2007 setelah dalam partai pamungkas yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 13 Januari 2008, menundukkan Persipura Jayapura 3-0 lewat adu penalti. Kedua tim bermain sama kuat 1-1 (0-1) selama 90 menit waktu normal plus perpanjangan waktu 2x15menit.

Kemenangan kali pertama bagi Sriwijaya itu justru menjadi duka kedua bagi Persipura yang pada tahun lalu juga harus mengakui keunggulan Arema Malang di partai puncak. Lagipula, dalam adu lihai tendangan 11 meter itu, tak satu pun para pemain Mutiara Hitam yang berhasil menjebol gawang Laskar Wong Kito yang dijaga Ferry Rotinsulu. Dua eksekusi pertama yang diambil kapten tim Eduard Ivakdalam dan David Rocha berhasil diblok Ferry yang sebelumnya juga menjadi bintang kemenangan Sriwijaya di partai semifinal melawan Pelita Jaya.

Awalnya, Persipura berada di atas angin ketika dalam waktu enam menit babak pertama mampu unggul terlebih dahulu lewat gol indah strikernya asal Kamerun, Ernest Jeremiah. Gol itu bermula dari tendangan sudut bagi Persipura setelah tendangan keras Alberto Beto Goncalves masih dapat ditepis Ferry. Tendangan penjuru yang diambil Edu menimbulkan kemelut di depan gawang Sriwijaya. Bola jatuh di kaki Jack Komboy yang dengan serta merta menendangnya ke arah gawang. Namun, bola masih membentur muka Ferry dan bergulir ke arah sebelah kanan gawang dimana Ernest berada. Sepakan kaki kiri Ernerst menghujam keras ke sudut kanan gawang Sriwijaya.

Tertinggal membuat anak-anak asuhan Rachmad Darmawan bangkit. Perlahan Zah Rahan dkk yang tampil minus Christian Leng Lolo dan Charis Yulianto berhasil menguasai kendali jalannya permainan. Tercatat dua kali peluang emas bagi Zah Rahan terbuang percuma di babak pertama. Peluang terbaik terjadi di menit ke-28 ketika tendangannya hanya meluncur tipis di atas mistar gawang yang dijaga Jendry Pitoy. Skor 1-0 bertahan sampai jeda.

Di babak kedua, Sriwijaya langsung menggebrak. Hanya dalam waktu kurang dari dua menit gawang Jendry Pitoy mendapat gempuran hebat. Meski tertekan, Persipura masih mampu mengancam balik gawang Ferry lewat akselrasi Imanuel Wanggai. Di menit ke-64, peluang bagi Sriwijaya ketika striker Keith Kayamba lolos dari jebakan offside. Sayang, meski Jendry Pitoy sudah out of position, tendangan Kayamba masih melenceng tipis di sebelah kanan gawang.

Skor berubah 1-1 di menit ke-71 ketika bola hasil tendangan gelandang Benben Berlian mengenai tangan Jack Komboy di kotak 16 meter. Tak ayal, wasit Jimmy Napitupulu menunjuk titik putih. Eksekusi Kayamba mulus. Dua menit sebelum pertandingan usai, Paulo Rumere gagal memanfaatkan peluang. Tendangannya dari dalam kotak penalti melambung jauh di atas mistar gawang Ferry. Sampai 90 menit berlalu, skor tetap sama kuat 1-1. Alhasil pertandingan dilanjutkan 2x15 menit. Tak banyak peluang yang tercipta terkait menurunnya stamina para pemain dari kedua tim.

Sebelumnya, Persija Jakarta berhasil meraih gelar hiburan, tampil sebagai juara ketiga setelah menundukkan Pelita Jaya Purwakarta 2-1 (1-0). Macan Kemayoran patut berbangga pula ketika striker andalannya, Bambang Pamungkas dinobatkan sebagai Pemain Terbaik. Sementara gelar top skorer direbut striker Persipura, Beto Goncalves.
    Loading