ISIS Ancam FIFA: Batalkan Piala Dunia 2022 di Qatar

Belum lagi ketahuan siapa juara Piala Dunia 2014 di Brasil, laga bola sejagad tahun 2022 sudah mendapatkan ancaman. Dari para teroris.

Diterbitkan 10 Juli 2014, 16:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Terima kasih."

Peringatan itu menyusul temuan oleh harian The Sunday Times bulan lalu yang merinci rencana keamanan untuk Qatar. Menurut pernyataan itu, terdapat "risiko tinggi" World Cup 2022 akan "dihentikan" seluruhnya oleh suatu serangan teror di emirat itu.

Qatar masuk dalam pusaran kontroversi setelah di tahun 2010 memenangkan pemilihan untuk menjadi negara Arab pertama yang menjadi tuan rumah final Piala Dunia.

Salah satu keberatan utamanya adalah musim panas yang sangat terik di Qatar dengan suhu hingga 120 derajat Fahrenheit (setara dengan 49 derajat Celcius) yang tidak memungkinkan permainan sepakbola.

Beberapa keberatan lain di antaranya adalah skandal korupsi yang menggelayuti pemilihan Qatar dan catatan hak azasi manusia negara tersebut.

Menurut laporan Amnesty International di bulan Oktober 2013, pekerja tamu di Qatar "diperlakukan seperti ternak" dan ditempatkan di kondisi-kondisi kerja yang sama dengan perbudakan zaman modern.

Peringatan ISIS tidak jauh berbeda dari sejumlah fatwa dari sejumlah imam yang muncul seiring siklus Piala Dunia itu sendiri.

Di tahun 2010, amaran dari Stratfor yang diterbitkan segera sesudah pengumuman pemilihan Qatar oleh FIFA, mengutip pegiat fundamentalis yang mengatakan "Bodohlah kalian, ketahuilah bahwa Al Qaeda sedang akan menegakkan syariah Allah Subhanahu Wa Ta'ala."

Seorang pengguna, yang memakai nama Hafeed al-Hussein di forum daring Shumukh al-Islam, juga memiliki sejumlah ramalan perimbangan kekuatan di jazirah Arab.

"Barangkali Allah akan memberdayakan Al Qaeda sehingga menjadi penguasa dalam satu atau dua tahun mendatang, atau paling lama, lima tahun," katanya. "Di tahun 2022, tidak akan ada lagi negara yang bernama Qatar, dan tidak ada lagi provinsi bernama Kuwait dan tidak ada lagi Saudi (Arabia). Yang ada adalah suatu emir bernama Daulah Islamiyah," tambahnya. (Ein)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Alexander LumbantobingTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan