1.343 Orang Dapat Beasiswa Dokter Spesialis dari Danantara, Rosan Ungkap Dampaknya

CEO Danantara Rosan Roeslani menuturkan, pemberian beasiswa dilakukan terukur dan terstruktur.

Liputan6.com, Jakarta - Danantara Indonesia Trust memberikan beasiswa penuh bagi pendidikan dokter spesialis bagi 1.343 orang. Jumlah itu disebut bisa menangani ratusan juta pasien dalam satu tahun.

Hitungan itu diungkap Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani. Dia menyampaikan beasiswa penuh bagi 1.343 orang untuk pendidikan dokter spesialis ini dilakukan untuk merespons kebutuhan di Tanah Air.

"Dengan 1.343 average 1 orang dokter spesialis itu bisa memberikan kontribusinya kepada 50 ribu sampai 100 ribu selama masa hidupnya bertemu dengan para pasien-pasiennya," ungkap Rosan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Dia memperkirakan 1.343 orang itu akan lulus pendidikan dokter spesialis dalan 3-5 tahun mendatang. Setelah itu, akan ada dampak dalam penanganan pasien di Tanah Air.

"Jadi kalau 1.343 namanya jika kita orang hitung-hitungan kali seratus seribu ya 130 juta orang dampaknya, minimum 100 juta orang jadi itu paling tidak sepertiga penduduk Indonesia," katanya.

Rosan menyampaikan, pemberian beasiswa penuh pendidikan dokter spesialis ini juga berangkat dari analisis sistematis secara mendalam. Serta, ikut menghitung dampak dari upaya yang dilakukan.

"Karena semuanya itu harus terukur dan terstruktur dalam kita melakukan semua aksi-aksi yang sangat baik ini," ujarnya.

Kekurangan Dokter Spesialis

Rosan mengaku cara itu diinisiasi bersama dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Beasiswa dengan pendanaan penuh akan menyasar pendidikan 1.343 dokter spesialis.

"Karena kita disampaikan oleh Pak Budi dan jajarannya memang bukan hanya kita shortage kekurangan dari dokter umum, dokter spesialis lebih kurang lagi, lebih kurang lagi," ucapnya.

 

 

Biaya Hidup

Rosan menjelaskan, beasiswa yang diberikan oleh Danantara Indonesia Trust tak sebatas menanggung biaya pendidikan dokter spesialis. Namun, biaya hidup juga diberikan sebagai bentuk dukungan penuh.

"Jadi kami pun memberikan itu, jadi kami pun memberikan tidak hanya dari segi beasiswanya saja, tapi juga biaya untuk hidup mereka selama mengikuti pendidikan sebagai dokter spesialis atau living expenses-nya," ujarnya.

"Itu pun juga kami berikan, sehingga harapannya nanti dalam jangka waktu 3, 4 atau sampai 6 tahun, 1.343 dokter spesialis akan lahir dari kontribusi bersama Pak Menkes, dan juga dari Danantara Trust," sambungnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6