Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Jumat. Rupiah naik 26 poin atau 0,09 persen menjadi 17.899 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.915 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) tercatat menguat ke level 17.884 per dolar AS dari sebelumnya 17.890 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menilai penguatan rupiah salah satunya dipengaruhi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 yang masih berada di zona optimistis.
Advertisement
“Survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen September berada di level 118,1, turun dari 118,5 pada bulan sebelumnya. Meskipun sedikit melemah, indeks tersebut masih berada di zona optimistis karena di atas 100,” ucapnya dikutip dari Antara, Jumat (9/10/2026).
Menurut Amru, IKK yang masih berada di atas 100 menunjukkan keyakinan konsumen tetap terjaga. Meski demikian, perkembangan konsumsi domestik dan indikator ekonomi berikutnya perlu dicermati untuk mengukur kekuatan permintaan dalam negeri.
Selain sentimen konsumsi, posisi cadangan devisa Indonesia juga menjadi perhatian pelaku pasar dalam menilai ketahanan ekonomi nasional.
Cadangan Devisa Indonesia Turun US$ 200 Juta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar US$ 146,3 miliar. Angka tersebut turun US$ 200 juta dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang mencapai US$ 146,5 miliar.
Amru mengatakan, penurunan cadangan devisa perlu dilihat dengan mempertimbangkan dinamika penerimaan dan penggunaan devisa, termasuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta upaya stabilisasi nilai tukar oleh Bank Indonesia.
“Penurunan ini perlu dilihat dalam konteks dinamika penerimaan dan penggunaan devisa, termasuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar oleh Bank Indonesia,” kata Amru.
Meski mengalami penurunan, ia menilai posisi cadangan devisa Indonesia masih relatif kuat. Jumlah tersebut setara dengan 5,3 bulan impor, atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Rasio itu masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Dengan demikian, cadangan devisa dinilai masih memberikan bantalan bagi Indonesia untuk memenuhi kewajiban eksternal dan menghadapi tekanan di pasar keuangan global.
“Dengan demikian, penurunan cadev belum dapat diartikan secara langsung sebagai pelemahan fundamental ekonomi, meskipun perkembangannya tetap perlu dicermati untuk melihat kebutuhan intervensi dan ketahanan eksternal Indonesia,” ungkap Research and Development ICDX.
Advertisement
Dolar AS dan Kebijakan The Fed Masih Membayangi Rupiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
Di tengah sentimen domestik, pergerakan dolar AS masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi nilai tukar rupiah. Indeks dolar AS atau DXY sempat terkoreksi ke level 102,11 pada Kamis (8/10/2026).
Namun, koreksi tersebut dinilai belum menunjukkan perubahan tren yang kuat. Dolar AS masih mendapat dukungan dari kekhawatiran inflasi, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta ekspektasi bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Selain itu, kenaikan harga minyak di tengah ketegangan geopolitik berpotensi menambah tekanan inflasi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.
Kondisi tersebut membuat pergerakan rupiah ke depan masih dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan perkembangan eksternal. Meski keyakinan konsumen Indonesia tetap berada di zona optimistis, tekanan dari pasar global perlu terus dicermati.
“Pergerakan rupiah selanjutnya akan bergantung pada arah dolar AS, arus modal asing, kebutuhan valuta asing di dalam negeri, serta respons pasar terhadap perkembangan kebijakan moneter global dan domestik,” ujar dia.
Dengan demikian, arah rupiah selanjutnya akan ditentukan oleh perkembangan dolar AS, arus modal, kebutuhan valuta asing domestik, serta respons investor terhadap kebijakan moneter dan situasi geopolitik.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369365/original/034444800_1791519895-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-09T112039.867.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020524/original/019309700_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)