Liputan6.com, Jakarta - Dua jam lebih Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman duduk di sebuah bangku dengan meja yang memanjang. Sekitar 20 orang lainnya ikut mengelilingi meja yang sama, ada eselon I Kementerian Pertanian, Direktur Utama BUMN, hingga ketua asosiasi peternak.
Suasana pagi itu cukup hangat dengan diskusi yang berangkat dari keresahan peternak ayam petelur. Dua masalah dihadapi para peternak ayam petelur. Harga pakan mahal serta harga jual telur yang rendah. Amran merespons dengan beberapa usulan solusi, termasuk penyaluran jagung pakan subsidi, bantuan benih dan kepastian penyerapan jagung, hingga rencana ekosistem terintegrasi.
"Ini saya minta seluruh asosiasi tidak usah repotkan turun demo, datang ke saya, insyaallah selama kebijakan di tangan saya, saya beresin untuk peternak Indonesia," tegas Amran di kediamannya, di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Advertisement
Jagung pakan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) akan disebar ke berbagai sentra peternakan ayam petelur. Setidaknya ada alokasi awal sekitar 5.000 ton jagung pakan yang bisa dimanfaatkan.
Amran juga memberikan stimulus dengan menyiapkan bantuan benih jagung untuk ditanam petani binaan peternak. Hasil panennya bisa diserap Perum Bulog. BUMN Pangan ini akan mengelola stok agar tetap tersedia saat masa-masa kritis menjelang akhir tahun.
"(Harga) pakan mahal, itu masalahnya, dan masalahnya di bulan September, Oktober, November, Desember. Di sini kita jaga tiap tahun. Insyaallah tahun ini kita benahi, mudah-mudahan tahun depan tidak terjadi lagi," ungkap Amran.
Â
Masalah yang Dihadapi Peternak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368939/original/084823600_1791453737-1000466610.jpg)
Beberapa masalah dihadapi oleh peternak. Harga pakan, seperti jagung diakui mencapai Rp 8.000-8.400 per kilogram, angka yang tinggi dari harga cukup Rp 6.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur di tingkat peternak hanya sekitar Rp 19.000-20.000 per kilogram.
Angka tersebut berada jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024 sebesar Rp 26.500 per kilogram. Tekanan biaya produksi, termasuk pakan, serta rendahnya harga jual telur dinilai menjadi tekanan bagi peternak.
Solusi Lainnya
Solusi lainnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menerangkan, peternak bisa memanfaatkan sistem resi gudang untuk menyimpan stok bahan baku pakan ternak miliknya. Ini bisa dikerjasamakan dengan Perum Bulog.
Ke depan, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini pun berencana membangun pabrik terintegrasi untuk memanfaatkan hasil produksi para peternak ayam petelur.
"Jadi intinya kita bangun ekosistem, dan ekosistem ini adalah solusi permanen, sampai kapanpun tidak ada lagi peternak demo, masalah harga dan serapan, masalah pakan dan seterusnya," beber dia.
Â
Advertisement
Sebar Benih Jagung Gratis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336612/original/084167500_1788168015-1000425719.jpg)
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebar bantuan benih jagung untuk 20 ribu hektare lahan. Produksinya nanti diharapkan bisa jadi solusi mahalnya jagung pakan bagi peternak ayam.
Dia menjelaskan, bantuan benih itu akan dibagikan ke petani binaan dari asosiasi peternak. Ini jadi pemanfaatan ekosistem produksi sekaligus penyerapannya.
"Pertama dari hulu, peternak ternyata punya binaan, binaan petani jagung. Nah, Kementerian Pertanian kami memberikan hari ini sampai Desember 20.000 hektar bibit benih jagung gratis," ungkap Amran di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Hasilnya Dibeli Bulog
Ketika masuk masa panen, hasilnya bisa langsung diserap oleh peternak untuk diolah menjadi pakan. Jika ternyata produksinya berlebih, bisa dibeli oleh Perum Bulog.
"Kemudian setelah ini tumbuh ditanam, yang membeli adalah kalau peternak katakanlah oversupply, yang menjadi off-taker untuk yang dibina langsung dibeli oleh Bulog," ujarnya.
Bulog akan mengelola jagung hasil serapan tersebut. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini juga meminta Bulog menjaga stok sekitar 250 ribu ton di periode sulitnya produksi pakan ternak
"Kemudian setelah ditampung oleh Bulog, menjaga di stoknya harus 250.000 ton itu pada bulan-bulan kritis, yaitu apa? September, Oktober, November, Desember. Ini dijaga stoknya, kita minta 250.000 ton," jelas dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485280/original/014174300_1769501374-IMG-20260127-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369365/original/034444800_1791519895-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-09T112039.867.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5078809/original/005995500_1736144544-Screenshot_20250106_121234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369583/original/011443100_1791530278-1000467594.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368882/original/069571800_1791451991-1000755361.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368881/original/049718100_1791451977-1000755454.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367943/original/061978700_1791367521-1000465266.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359461/original/004830800_1790524963-Menteri_Ketenagakerjaan_Yassierli-27_September_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350031/original/038888200_1789552849-cek_fakta_-_Bank_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312564/original/022789700_1785509518-1000394259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349117/original/036678500_1789473250-DIK09287.JPG.jpeg)