Amran Sebar Benih Jagung Gratis untuk 20 Ribu Hektare, Hasilnya Dibeli Bulog

Mentan Andi Amran Sulaiman membagikan benih jagung gratis untuk 20 ribu hektare lahan guna menekan harga pakan peternak.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebar bantuan benih jagung gratis untuk 20 ribu hektare lahan. Langkah ini diharapkan menjadi solusi atas tingginya harga jagung pakan yang dikeluhkan para peternak ayam.

Amran menjelaskan, bantuan benih tersebut dibagikan kepada petani binaan dari asosiasi peternak. Skema ini memanfaatkan ekosistem produksi sekaligus memastikan penyerapannya secara langsung.

"Pertama dari hulu, peternak ternyata punya binaan, binaan petani jagung. Nah, Kementerian Pertanian kami memberikan hari ini sampai Desember 20.000 hektar bibit benih jagung gratis," ungkap Amran di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Saat memasuki masa panen, hasilnya bisa langsung diserap peternak untuk diolah menjadi pakan. Jika terjadi kelebihan produksi, Perum Bulog siap bertindak sebagai off-taker.

"Kemudian setelah ini tumbuh ditanam, yang membeli adalah kalau peternak katakanlah oversupply, yang menjadi off-taker untuk yang dibina langsung dibeli oleh Bulog," ujarnya.

 

Jaga Stok di Bulan Kritis

Bulog bakal mengelola jagung hasil serapan tersebut. Amran meminta Bulog menjaga stok sekitar 250 ribu ton pada periode rentan pasokan pakan ternak.

"Kemudian setelah ditampung oleh Bulog, menjaga di stoknya harus 250.000 ton itu pada bulan-bulan kritis, yaitu apa? September, Oktober, November, Desember. Ini dijaga stoknya, kita minta 250.000 ton," jelasnya.

Kepastian stok tersebut diharapkan mampu mengendalikan harga maupun pasokan jagung pakan bagi peternak ayam petelur. Pasalnya, pada empat bulan terakhir setiap tahunnya, harga pakan cenderung melambung.

"(Harga) pakan mahal, itu masalahnya, dan masalahnya di bulan September, Oktober, November, Desember. Di sini kita jaga tiap tahun. Insyaallah tahun ini kita benahi, mudah-mudahan tahun depan tidak terjadi lagi," tegas Amran.

Saat ini, harga jagung pakan di tingkat peternak berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 8.400 per kilogram (kg). Angka tersebut dinilai terlampau tinggi di atas harga wajar sekitar Rp 6.000 per kg.

 

Guyur Jagung Pakan Subsidi SPHP

Sebagai solusi jangka pendek mengatasi mahalnya pakan, Mentan Amran mendorong Perum Bulog menyalurkan jagung pakan bersubsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai daerah.

Jagung SPHP dijual seharga Rp 5.000 per kg khusus untuk peternak skala mikro. Setiap provinsi ditargetkan menerima pasokan sekitar 5.000 ton jagung SPHP.

"Ada 5 ribu ton di sana. Saya beri tahu, bagi secara adil, silakan, tapi kita kerja keras tambah lagi stok," kata Amran.

 

Distribusi Jagung SPHP

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, pihaknya telah mengirimkan pasokan jagung dari sejumlah daerah sentra produksi, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, hingga Sulawesi Selatan.

"Sekarang sudah bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, lebih kurang 15.000 ton. Nah, untuk yang bongkar di Tanjung Perak ini nanti kami distribusikan ke Jawa seluruhnya," ucap Rizal.

Setiap provinsi akan dialokasikan pasokan jagung SPHP sebanyak 5.000 ton secara proporsional.

"Jadi dibagi tiga, tiap provinsi dapat 5.000, 5.000, 5.000 (ton) untuk minggu ini saja. Kemudian yang untuk di Lampung tidak perlu move ke Jawa lagi, Lampung sudah standby lebih dari 5.000 ton," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6