Saka Energi Mengebor Sumur Migas Eksplorasi di Blok Pekawai, Kalimantan

Pengeboran Sumur Migas Eksplorasi di Blok Pekawai, Kalimantan ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 ftMD.

Diterbitkan 25 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Saka Energi Indonesia, perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mulai mengebor sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur (Kaltim) yang ditajak pada 22 September 2026.

Pengeboran sumur eksplorasi SM-1 ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai keberadaan dan karakteristik hidrokarbon serta mengonfirmasi potensi sumber daya migas di WK Pekawai.

Pengeboran tersebut ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 ftMD dan akan menjalani pengujian sumur pada dua zona target.

"Setelah melalui serangkaian pemeriksaan akhir, SAKA melalui SES (PT SAKA Energi Sepinggan) memulai pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu SM-1 di Wilayah Kerja Eksplorasi Pekawai pada 22 September 2026," dijelaskan Direktur Utaman PGN SAKA Energi Indonesia, Intan Fauzi, Jumat (25/9/2026).

Melalui PT Saka Energi Sepinggan selaku operator WK Pekawai, kata Intan, SAKA terus mencari potensi wilayah kerja tersebut sejak dipercaya pemerintah melalui SKK Migas sebagai operator pada 16 Mei 2018.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, mengungkapkan, pengeboran SM-1 menjadi salah satu langkah strategis dalam menguji potensi hidrokarbon sekaligus membuka peluang ditemukannya sumber daya migas baru di wilayah operasi SAKA.

"WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik dan menjadi salah satu area yang terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika," kata dia.

Pengeboran SM-1 turut didukung penerapan teknologi Casing While Drilling (CWD), yang sebelumnya telah diterapkan pada pengeboran sumur SID-5 di WK Pangkah dan berhasil.

Teknologi tersebut memungkinkan pengeboran dan pemasangan casing dilakukan dalam satu kali proses berjalan, sehingga mendukung efektivitas dan efisiensi operasi sekaligus aspek keselamatan dalam menghadapi karakteristik bawah permukaan.

Berbagai persiapan teknis dan operasional telah dilakukan, mulai dari kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan, pengujian sistem, hingga kesiapan personel dan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE).

Sumur SM-1 ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 ftMD, dengan rencana well-testing pada dua zona target. Struktur SM-1 diperkirakan memiliki volume hidrokarbon in-place (P50) sebesar 109 BCF gas dan 22 MMBOE minyak/kondensat.

 

 

Potensi WK Pekawai

Potensi WK Pekawai juga didukung karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan telah memiliki Plan of Development (POD).

Sekitar 10–24% struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai, sehingga kesinambungan struktur geologi dan keberadaan hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu menjadi salah satu aspek yang mendukung prospek eksplorasi di WK Pekawai.

"Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional," tambah Intan Fauzi seraya menambahkan seluruh rangkaian pengeboran SM-1 dilaksanakan dengan mengutamakan aspek HSSE.

SAKA memastikan penerapan HSSE Golden Rules secara konsisten dalam setiap tahapan kegiatan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam menjalankan kegiatan operasional.

Melalui rangkaian kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan, SAKA berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi WK Pekawai secara aman, andal dan bertanggung jawab, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketersediaan energi dan ketahanan energi nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6