Nomor Cantik Rp 1 Juta Kini 'Diobral' Jadi Rp 20 Ribu

Dulu punya nomor cantik kartu perdana ponsel luar biasa, karena harga dari nomor-nomor tersebut cukup fantastis. Kini pamornya memudar.

Diterbitkan 25 Agustus 2013, 07:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Dulu seseorang yang bisa memiliki nomor cantik kartu perdana ponsel dianggap luar biasa, karena harga dari nomor-nomor tersebut cukup fantastis. Tapi sekarang pamor nomor cantik seakan memudar seiring perkembangan zaman.  

Nomor cantik sering diidentikkan dengan nomor hoki yang akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Sehingga banyak orang yang berebut untuk bisa memajang nomor tersebut di ponsel miliknya.
 
Menurut salah satu karyawan outlet ponsel, King Seluler Asep (28), sekitar tujuh tahun lalu, nomor cantik berjaya di industri telekomunikasi. Namun kini meredup karena tergerus arus waktu.

"Pasar nomor cantik kartu perdana masih sangat ramai sekitar tujuh tahun lalu. Kami masih bisa jual nomor cantik seharga Rp 300 ribu-Rp 400 ribu per kartu, tapi sekarang harus berpikir dua kali," ungkap dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Pasar Glodok, Jakarta, seperti ditulis Minggu (25/8/2013).

Kondisi saat ini berbeda jauh. Asep menceritakan, masyarakat tak lagi menjadikan nomor cantik sebagai suatu kebanggaan atau membawa keberuntungan.

"Sekarang mah yang penting hape bisa hidup, beli kartu perdana Rp 2.000, ada pulsanya buat telepon, SMS dan internetan, karena sudah tidak mikir lagi nomor-nomor cantik," jelasnya.

Saking sepi pembeli, Asep bilang, pihaknya terpaksa mengobral nomor-nomor cantik seharga ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah menjadi hanya puluhan ribu rupiah saja.

"Coba lihat nomor cantik sekarang sudah banyak yang harganya cuma Rp 20 ribu-Rp 50 ribu per kartu perdana. Itu dijual dari harga sebelumnya ratusan ribu, dan ada yang sampai Rp 1 juta," tukasnya.
 
Dia memasang harga tersebut masa berlaku nomor-nomor itu memiliki jangka waktu empat bulan. Meski begitu, ternyata masih saja ada orang-orang yang mencari dan membeli nomor cantik.
 
"Dulu memang masih banyak pembeli, tapi sekarang penjualan nomor cantik paling satu buah saja dan biasanya dicari oleh kalangan pengusaha atau bos-bos besar," pungkas Asep. (Fik/Igw)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6